Bukan Sekadar Lomba Agustusan, Makorem 081/DSJ Jadi Arena Perekat Keluarga Besar

Min.co.id | Madiun – Tawa anak-anak, sorak para pendukung, dan aksi peserta yang berlomba dengan cara masing-masing mewarnai halaman Makorem 081/DSJ, Jalan Pahlawan No. 50, Kota Madiun, Sabtu (15/8/2026).

Semarak menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia itu dikemas melalui berbagai perlombaan yang tidak hanya melibatkan prajurit, tetapi juga Persit dan anak-anak. Suasana kompetisi pun sesekali berubah menjadi gelak tawa ketika peserta harus menaklukkan permainan yang sederhana namun mengundang keseruan.

Sejumlah perlombaan digelar, di antaranya estafet sarung, estafet gelas plastik menggunakan sedotan, estafet bola plastik dengan paralon, permainan bola plastik menggunakan paralon dan tali, balap karung, makan kerupuk, cantol ceting, hingga balap kelereng.

Permainan yang lekat dengan tradisi perayaan kemerdekaan itu membuat suasana di lingkungan Makorem terasa berbeda. Tidak ada sekat antara prajurit dan keluarga. Mereka berbaur, saling memberi dukungan, sekaligus menikmati perlombaan yang lebih mengutamakan kebersamaan daripada sekadar mengejar kemenangan.

Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan kegiatan tersebut digelar bukan hanya untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara prajurit dan keluarga besar Korem 081/DSJ.

“Melalui momen ini, kami ingin membangkitkan kembali semangat juang dan semangat kebersamaan dalam diri setiap prajurit dan keluarga besar Korem 081/DSJ,” ujar Untoro di sela kegiatan.

Menurutnya, interaksi yang tercipta selama perlombaan dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga soliditas. Kebersamaan tidak hanya dibangun melalui kegiatan kedinasan, tetapi juga melalui ruang-ruang informal yang memungkinkan prajurit dan keluarganya berinteraksi dalam suasana santai.

Beragam lomba tersebut juga memperlihatkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan yang bersifat seremonial. Permainan sederhana dapat menjadi sarana untuk mengingat kembali nilai kebersamaan yang menjadi bagian dari semangat perjuangan.

Untoro menilai soliditas menjadi modal penting bagi prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Karena itu, ia berharap semangat yang muncul selama perlombaan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Kebersamaan yang terbangun diharapkan tetap terbawa dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari.

“Semangat kemerdekaan harus kita maknai dengan terus berbuat yang terbaik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ini tugas kita semua,” katanya.

Bagi anak-anak yang ikut berlomba, kegiatan tersebut mungkin hanya tampak sebagai permainan penuh tawa. Namun bagi keluarga besar Korem 081/DSJ, momentum menjelang HUT Kemerdekaan itu menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan sekaligus menumbuhkan kembali semangat kebersamaan.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Korem 081/DSJ, diolah redaksi

Komentar

News Feed