30 Hari TMMD ke-129 Berakhir, Pinang Jaya Tinggalkan Jejak Pembangunan dan Gotong Royong

Min.co.id | Bandar Lampung – Setelah sebulan menyentuh berbagai kebutuhan warga, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0410/KBL resmi berakhir. Penutupan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Maruja, Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Kamis (13/8/2026).

Penutupan ditandai dengan pemukulan gong oleh Kasdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol. Selama 30 hari, kegiatan TMMD diarahkan pada pembangunan infrastruktur sekaligus kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, program tersebut mempertemukan unsur TNI, pemerintah daerah, kepolisian, instansi terkait, tokoh masyarakat, dan warga dalam satu kegiatan pembangunan di Kelurahan Pinang Jaya.

Dalam sambutan Pangdam XXI/Radin Inten yang dibacakannya, Andrian mengatakan TMMD merupakan bagian dari operasi bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan melibatkan lintas sektor.

Menurutnya, pembangunan yang dilakukan melalui TMMD tidak seharusnya berhenti pada selesainya pekerjaan fisik. Pemanfaatan dan pemeliharaan hasil pembangunan oleh masyarakat menjadi bagian penting agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“TMMD merupakan ikhtiar bersama untuk mendorong percepatan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Andrian.

Selama pelaksanaan, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL menyelesaikan sejumlah sasaran fisik. Pekerjaan tersebut antara lain pembangunan 600 meter rabat beton, 460 meter drainase, 110 meter talud, dan 7,5 meter gorong-gorong.

Selain infrastruktur dasar, program juga mencakup pembangunan lima unit sumur bor, enam unit rumah tidak layak huni (RTLH), tujuh unit MCK, rehabilitasi satu mushola, pos kamling, serta lapangan voli.

Rangkaian pekerjaan tersebut menyasar kebutuhan yang berbeda, mulai dari akses lingkungan, pengelolaan air, tempat tinggal, fasilitas sanitasi hingga sarana sosial masyarakat.

Bagi warga, keberadaan infrastruktur seperti jalan lingkungan dan drainase memiliki kaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari. Sementara sumur bor dan fasilitas sanitasi menjadi bagian dari kebutuhan dasar yang tidak kalah penting.

Andrian mengapresiasi keterlibatan pemerintah daerah, jajaran TNI dan Polri, instansi terkait, tokoh masyarakat serta warga yang mendukung pelaksanaan kegiatan selama 30 hari tersebut.

Ia berharap hasil pembangunan tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga dirawat dan dikembangkan bersama agar keberadaannya tidak berhenti sebagai hasil program sesaat.

Usai upacara penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako kepada perwakilan masyarakat. Kasdam XXI/Radin Inten bersama Dansatgas TMMD ke-129 dan sejumlah tamu undangan kemudian meninjau sejumlah kegiatan pendukung.

Peninjauan mencakup pembagian sembako gratis, pelayanan kesehatan gratis, serta hasil pembangunan fisik, termasuk RTLH dan sumur bor di Jalan Nangka, Kelurahan Pinang Jaya.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada pekerjaan konstruksi. Interaksi antara personel TNI dan masyarakat juga berlangsung melalui kegiatan sosial dan pelayanan yang menyasar kebutuhan warga.

Bagi Kelurahan Pinang Jaya, berakhirnya TMMD ke-129 bukan berarti seluruh pekerjaan pembangunan berhenti. Hasil yang telah dibangun selama 30 hari kini berada di tangan masyarakat dan pemerintah daerah untuk digunakan serta dipelihara.

Program tersebut juga menyisakan satu pekerjaan yang lebih panjang dari sekadar membangun jalan, drainase atau sumur bor, yakni menjaga semangat gotong royong agar tetap hidup setelah personel Satgas meninggalkan lokasi.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Pendam XXI/RI,diolah redaksi

Komentar

News Feed