Bukan Sekadar Mempekerjakan, Pan Brothers Bangun Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas

Min.co.id | Boyolali – Senyum dan semangat para pekerja penyandang disabilitas di lingkungan PT Pan Brothers Tbk menjadi gambaran bahwa kesempatan berkarya seharusnya dimiliki semua orang tanpa terkecuali. Komitmen itu mendapat apresiasi langsung dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat melakukan kunjungan kerja ke perusahaan tekstil dan garmen tersebut di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).

Kunjungan Menaker dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif, khususnya dalam memberikan kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan itu, Yassierli menilai PT Pan Brothers Tbk telah membuktikan bahwa dunia usaha mampu menjadi ruang yang ramah bagi seluruh pekerja, termasuk penyandang disabilitas. Menurutnya, perusahaan tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga menghadirkan lingkungan kerja yang mendukung setiap individu berkembang sesuai potensinya.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen PT Pan Brothers Tbk yang telah membuka ruang secara nyata dan proporsional bagi kawan-kawan penyandang disabilitas,” ujar Yassierli.

Menaker menjelaskan, langkah yang dilakukan perusahaan sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang mewajibkan perusahaan swasta mempekerjakan sedikitnya satu persen penyandang disabilitas dari total jumlah pekerja.

Namun, menurutnya, keberhasilan Pan Brothers tidak berhenti pada pemenuhan angka tersebut. Perusahaan dinilai mampu menghadirkan fasilitas pendukung, sistem kerja yang adaptif, serta budaya kerja yang inklusif sehingga setiap pekerja memperoleh kesempatan yang sama untuk berkontribusi.

“Pan Brothers tidak hanya berhasil memenuhi ketentuan tersebut, tetapi juga mampu menyediakan sarana pendukung dan membangun budaya kerja yang adaptif, ramah, serta inklusif,” katanya.

Yassierli berharap praktik baik yang diterapkan PT Pan Brothers Tbk dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain di berbagai sektor industri agar semakin membuka akses kerja bagi penyandang disabilitas.

Menurutnya, pembangunan dunia kerja yang inklusif hanya dapat terwujud melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha. Sinergi tersebut diyakini mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas nasional, sekaligus menghadirkan keadilan bagi seluruh masyarakat.

“Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus mewujudkan pasar kerja yang inklusif, produktif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” pungkas Yassierli.

Kunjungan kerja ini menjadi pesan bahwa dunia kerja masa depan bukan hanya tentang produktivitas, tetapi juga tentang kesetaraan dan penghormatan terhadap hak setiap warga negara untuk bekerja dan berkarya tanpa diskriminasi.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan,Diolah Redaksi

Komentar

News Feed