Min.co.id | Jakarta – Di tengah tantangan dunia kerja yang terus berubah dan kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang semakin kompeten, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat pendidikan vokasi. Salah satu langkah strategis yang kini memasuki babak penting adalah pemilihan Direktur Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) periode 2026–2030.
Kemnaker resmi mengumumkan tiga besar calon Direktur Polteknaker yang akan bersaing pada tahapan akhir sebelum ditetapkan sebagai pemimpin baru perguruan tinggi vokasi milik pemerintah tersebut.
Sosok yang terpilih nantinya akan memikul tanggung jawab besar dalam mengarahkan Polteknaker menjadi institusi pendidikan vokasi yang mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, adaptif, serta siap menghadapi dinamika dunia industri dan pasar kerja masa depan.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan menjunjung tinggi integritas agar menghasilkan pemimpin terbaik.
“Kami mencari sosok yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga visi kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan dunia kerja masa depan. Tiga nama yang terpilih merupakan hasil penyaringan yang objektif melalui tahapan asesmen yang komprehensif oleh Panitia Seleksi,” ujar Cris Kuntadi melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, penetapan tiga besar calon Direktur Polteknaker mengacu pada Pengumuman Nomor 1.10/1734/SV.34.02/VI/2026 yang diterbitkan setelah melalui rangkaian Sidang Senat Tertutup.
Adapun tiga kandidat yang berhasil lolos ke tahap akhir berdasarkan urutan abjad adalah:
- Dr. Ir. Alfan Gunawan Ahmad, S.Hut., M.Si., IPU.
- Prof. Dede Rahmat Hidayat, M.Psi., Ph.D.
- Dr. Hj. Nur Khasanah, S.Pd., M.Kes.
Menurut Cris, keterbukaan proses seleksi merupakan bagian dari komitmen Kemnaker dalam membangun tata kelola yang baik di lingkungan pendidikan vokasi.
“Kami ingin memastikan seluruh tahapan berjalan secara transparan dan akuntabel. Selanjutnya, kami menyerahkan proses kepada mekanisme yang telah ditetapkan agar terpilih sosok terbaik yang mampu membawa Polteknaker menjadi perguruan tinggi vokasi unggulan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa peserta yang namanya tidak tercantum dalam pengumuman tersebut dinyatakan tidak berhak mengikuti tahapan berikutnya. Keputusan Panitia Seleksi bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Selanjutnya, ketiga kandidat akan mengikuti fit and proper test di hadapan Menteri Ketenagakerjaan sebagai tahapan penentu sebelum ditetapkan sebagai Direktur Polteknaker definitif.
Melalui proses seleksi yang terbuka dan kompetitif ini, Kemnaker berharap Polteknaker semakin berkembang sebagai pusat pendidikan vokasi yang melahirkan lulusan berkualitas, berdaya saing global, sekaligus mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri di masa depan.
Penulis: Achmad Suharya
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan RI,Diolah Redaksi










Komentar