Min.co.id | Indramayu – Di tengah derasnya arus modernisasi dan semakin terbatasnya ruang belajar seni bagi anak-anak, sebuah rumah sederhana di Desa Cikedung Kidul, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, justru menjadi tempat lahirnya kreativitas, karakter, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Tempat itu bernama Rumah Teater Sawo Kecik (RTSK).
Didirikan pada 2 Januari 2021, komunitas seni dan budaya ini lahir dari kegelisahan sekaligus kepedulian para pegiat budaya yang melihat semakin jauhnya generasi muda dari akar tradisi daerahnya. Bagi mereka, seni bukan sekadar hiburan, melainkan jembatan untuk membangun karakter dan menjaga identitas budaya agar tidak hilang ditelan zaman.
Nama Sawo Kecik dipilih bukan tanpa alasan. Dalam filosofi budaya Jawa, sawo kecik melambangkan kebaikan, kesederhanaan, keteduhan, dan kemuliaan budi pekerti. Nilai-nilai itulah yang kemudian ditanamkan kepada setiap anak yang datang belajar dan berkarya di komunitas tersebut.
Ketua Rumah Teater Sawo Kecik, Teja Sukma Pribadi, S.Pd., mengatakan bahwa RTSK tidak hanya menjadi wadah belajar seni, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepercayaan diri bagi generasi muda.
“Kami ingin anak-anak memiliki tempat yang positif untuk belajar dan berekspresi. Seni mampu melatih kreativitas, kedisiplinan, keberanian tampil, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah yang menjadi identitas kita,” ujarnya.
Berbagai aktivitas seni rutin digelar di Rumah Teater Sawo Kecik, mulai dari teater, sastra, musik, hingga seni rupa. Di bidang teater, komunitas ini aktif memberikan pelatihan kepada siswa sekolah dasar, termasuk seni pantomim. Hasilnya pun membanggakan. Dua siswa binaannya, Gatra Mengku Wiyasa Sastra dan Nareaji Mengku Dhinangsa dari SDN 3 Cikedung, berhasil meraih Juara II Lomba Pantomim FLS3N Tingkat Kabupaten Indramayu.
Tidak hanya itu, di bidang sastra, RTSK juga berupaya menghidupkan kembali budaya lokal melalui pembelajaran kidungan atau bujanggaan Dermayu, pelatihan membaca dan menulis aksara Jawa, menulis puisi, hingga seni mendongeng. Langkah ini menjadi ikhtiar sederhana agar warisan leluhur tetap dikenali dan dicintai oleh generasi penerus.
Prestasi komunitas ini juga tercatat di tingkat nasional. Pada tahun 2021, Rumah Teater Sawo Kecik berhasil meraih Juara III Lomba Musikalisasi Puisi Nasional yang diselenggarakan oleh RSUP Sanglah, Denpasar, Bali. Sementara di bidang seni rupa, salah satu siswa binaannya, Adenta Subraja dari SDN 2 Cikedung, sukses meraih Juara III Lomba Gambar Bercerita FLS2N Tingkat Kecamatan Cikedung.
Pendiri Rumah Teater Sawo Kecik, Ray Mengku Sutentra, S.S., menuturkan bahwa komunitas ini didirikan sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya daerah di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.
“Saya ingin anak-anak memiliki ruang yang positif untuk belajar, berkarya, dan mengenal budaya mereka sendiri. Seni bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, serta kecintaan terhadap lingkungan sosial dan budaya,” kata Ray.
Komitmen itu terus diwujudkan hingga kini. Setiap hari Minggu, RTSK secara rutin mengadakan pelatihan melukis gratis bagi anak-anak di sekitar lingkungan komunitas. Program tersebut menjadi salah satu upaya membuka akses pendidikan seni yang bisa dinikmati semua kalangan, tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Bagi Teja Sukma Pribadi, harapan terbesar dari komunitas yang dipimpinnya adalah menjadikan Rumah Teater Sawo Kecik sebagai pusat tumbuhnya generasi muda yang kreatif, berkarakter, sekaligus bangga terhadap budaya daerahnya sendiri.
“Kami ingin Rumah Teater Sawo Kecik terus berkembang dan menjadi rumah bersama bagi anak-anak yang ingin belajar seni dan budaya. Dari tempat sederhana ini, kami berharap lahir generasi yang tidak melupakan akar budayanya,” ungkapnya.
Di tengah dunia yang semakin dipenuhi teknologi dan budaya instan, kehadiran Rumah Teater Sawo Kecik menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari ruang-ruang kecil di desa. Melalui tangan-tangan para pegiat seni dan semangat anak-anak yang terus belajar, nilai-nilai luhur budaya Indramayu tetap hidup dan diwariskan untuk masa depan.
Rumah Teater Sawo Kecik bukan sekadar komunitas seni. Ia adalah rumah harapan, tempat di mana tradisi lama dipeluk kembali, dan mimpi-mimpi generasi muda tumbuh bersama denyut budaya yang tak pernah ingin padam.
Penulis: Ade Nur
Editor: Redaksi
Sumber: Hasil wawancara dan dokumentasi Rumah Teater Sawo Kecik










Komentar