Min.co.id | Indramayu – Harapan warga Kelurahan Margadadi untuk terbebas dari ancaman banjir dan genangan air mulai menemukan titik terang. Setelah sekitar 15 tahun dipenuhi lumpur dan sedimentasi, saluran irigasi di Jalan Talang Tembaga akhirnya dinormalisasi oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Normalisasi yang dimulai Kamis (30/4/2026) itu menjadi langkah besar dalam penataan lingkungan di kawasan permukiman padat penduduk yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan saluran air tersumbat.
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Maulana Malik, mengatakan pekerjaan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam merespons aspirasi masyarakat terkait persoalan banjir dan buruknya drainase lingkungan.
Menurut Maulana, kondisi saluran Talang Tembaga sebelumnya sudah sangat memprihatinkan akibat tingginya sedimentasi lumpur yang menghambat aliran air.
“Saluran Talang Tembaga sudah lama tidak dikuras, sedimentasinya sangat tinggi sekali. Setelah dinormalisasi, kami berharap saluran ini menjadi lancar,” ujarnya saat dihubungi Tim Publikasi Diskominfo.
Ia menjelaskan, normalisasi ini tidak hanya bertujuan mengantisipasi banjir saat musim hujan, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan dan infrastruktur perkotaan di Kabupaten Indramayu.
Sementara itu, Tarima, staf Dinas PUPR Kabupaten Indramayu yang mengawasi langsung pekerjaan di lapangan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang selama ini terdampak genangan air.
“Normalisasi ini bertujuan agar sedimen lumpur dan sampah bisa terangkat, sehingga debit air yang dapat ditampung menjadi lebih maksimal saat musim hujan,” katanya.
Pekerjaan normalisasi dilaksanakan mulai 17 April hingga 15 Juni 2026 dengan cakupan pengerukan saluran sepanjang 1,2 kilometer di Jalan Talang Tembaga dan sekitar 2 kilometer di kawasan Kalen Tahu.
Titik pengerjaan dimulai dari Jalan Sudirman menuju Jalan Talang Tembaga hingga terhubung dengan saluran pembuangan Kalen Tahu, lalu dilanjutkan ke arah hilir hingga muara laut.
Beberapa titik pertemuan aliran sungai juga menjadi fokus penanganan karena dinilai menjadi sumber penumpukan sedimentasi dan penyebab tersendatnya aliran air.
Selain mengurangi risiko banjir, normalisasi tersebut juga diharapkan mampu menekan potensi munculnya penyakit akibat genangan air yang selama ini menjadi persoalan lingkungan warga sekitar.
“Kami ingin lingkungan yang bersih, rapi, dan tertata dengan baik agar ke depan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Tarima.
Meski demikian, proses pengerjaan sempat menimbulkan bau tidak sedap dari material lumpur hasil pengerukan yang diangkat dari dasar saluran.
Pihak PUPR pun meminta maaf atas ketidaknyamanan sementara yang dirasakan warga selama proses normalisasi berlangsung.
“Setelah proses normalisasi selesai, diharapkan aliran air dari hulu hingga hilir dapat berjalan lebih lancar. Kami berharap dukungan dari masyarakat agar pekerjaan ini selesai tepat pada waktunya,” pungkasnya.
Langkah normalisasi ini menjadi salah satu upaya nyata Pemkab Indramayu dalam memperbaiki sistem drainase dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Diskominfo Indramayu – Diolah Redaksi










Komentar