Belajar di Dunia Nyata, Harapan Peserta Magang Tumbuh di Tengah Proses Adaptasi

Min.co.id | Medan – Di balik rutinitas pelayanan di RS Bunda Thamrin, puluhan peserta magang menjalani proses belajar yang tak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga menguji kesiapan mereka menghadapi dunia kerja.

Sebanyak 48 peserta Magang Nasional 2025 dari berbagai latar belakang pendidikan ditempatkan di sejumlah unit layanan, mulai dari perawat, teknisi, hingga resepsionis. Bagi mereka, program ini bukan sekadar kewajiban, melainkan kesempatan untuk menata masa depan.

Di tengah proses tersebut, tantangan juga muncul. Tidak semua peserta langsung mendapatkan penugasan yang sepenuhnya selaras dengan latar belakang pendidikan. Sebagian masih beradaptasi, mencoba memahami ritme kerja sekaligus mencari ruang untuk mengembangkan kompetensi yang dimiliki.

Situasi ini turut menjadi perhatian Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat meninjau langsung pelaksanaan program, Rabu (22/4/2026).

“Kami ingin adik-adik tidak hanya menjalani magang, tetapi benar-benar belajar sesuai kompetensinya,” ujar Yassierli.

Bagi peserta, pengalaman berada langsung di lingkungan kerja menjadi pembelajaran yang tidak didapatkan di ruang kelas. Interaksi dengan pasien, koordinasi tim, hingga tekanan pekerjaan menjadi bagian dari proses yang membentuk kesiapan mental dan profesional.

Sebagian peserta bahkan mulai melihat peluang lebih jauh. Beberapa di antaranya telah mendapatkan tawaran untuk bergabung sebagai tenaga kerja, membuka harapan baru setelah masa magang berakhir.

Yassierli menekankan pentingnya peran perusahaan dalam memastikan peserta mendapatkan pengalaman yang relevan dengan latar belakang pendidikan mereka. Menurutnya, kesesuaian penugasan akan membantu peserta berkembang lebih optimal.

“Untuk lulusan S1, sebaiknya dapat diberikan tugas yang lebih mencerminkan tingkat pendidikannya,” katanya.

Ia juga mengingatkan peserta untuk menjalani masa magang dengan serius, disiplin, dan penuh tanggung jawab agar manfaatnya benar-benar dirasakan.

Program magang ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Tidak hanya menambah pengalaman, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri peserta dalam menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.

Di tengah proses belajar yang dijalani, para peserta membawa satu harapan yang sama: menjadi lebih siap, lebih percaya diri, dan mampu berdiri di dunia kerja dengan kompetensi yang mereka miliki.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaktur Pelaksana
Sumber: Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan (diolah redaksi)

Komentar

News Feed