INDRAMAYU | Lonjakan investasi besar terjadi di Kabupaten Indramayu sepanjang tahun 2025. Realisasi investasi berhasil menembus angka Rp3,3 triliun atau melonjak 121 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp1,5 triliun.
Capaian tersebut bahkan melampaui lebih dari dua kali lipat target yang ditetapkan pemerintah daerah, menandai meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Indramayu sebagai kawasan pertumbuhan baru di Jawa Barat.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Indramayu, Raden Mas Wahyu Adhi Wijaya, menyebut sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar investasi, diikuti sektor real estat, jasa kesehatan, kegiatan sosial, serta perdagangan.
Menurutnya, biaya operasional yang kompetitif serta posisi geografis strategis menjadi alasan utama investor mulai melirik Indramayu sebagai lokasi pengembangan usaha baru.
“Indramayu memiliki daya saing yang kuat, terutama untuk industri padat karya. Biaya tenaga kerja masih kompetitif sehingga menjadi pertimbangan penting bagi investor,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam Dialog Jawa Barat Hari Ini di TVRI Jawa Barat melalui Zoom Meeting dari Indramayu Command Center.
Ia menjelaskan, UMK Indramayu tahun 2026 sebesar Rp2,9 juta dinilai lebih efisien dibandingkan sejumlah daerah industri lain di Jawa Barat, sehingga membuka peluang masuknya investasi dalam skala besar.
Selain faktor biaya, konektivitas wilayah menjadi nilai tambah tersendiri. Akses menuju Pelabuhan Patimban di Subang hanya membutuhkan waktu sekitar 30–60 menit dari Indramayu. Dukungan infrastruktur lain seperti Tol Cipali, Bandara Internasional Kertajati, serta jalur Pantura semakin memperkuat kelancaran distribusi logistik.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu juga telah menyiapkan sekitar 14.000 hektare lahan yang terbagi dalam enam Kawasan Peruntukan Industri (KPI). Beberapa wilayah seperti Losarang, Krangkeng, dan Gantar mulai memasuki tahap persiapan lahan dan pengisian investor.
Pemkab Indramayu menegaskan bahwa pertumbuhan investasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan industri, tetapi juga harus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Melalui regulasi daerah, pemerintah menetapkan kebijakan prioritas tenaga kerja lokal hingga 80 persen bagi perusahaan yang beroperasi di kawasan industri.
“Kami ingin investasi ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indramayu, terutama dalam membuka lapangan kerja dan menekan angka pengangguran,” tambah Wahyu.
Dengan kemudahan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) serta dukungan regulasi insentif investasi, Pemerintah Kabupaten Indramayu optimistis tren pertumbuhan investasi akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Pertumbuhan investasi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Indramayu sebagai pusat ekonomi baru di wilayah utara Jawa Barat. (*)
Sumber: Diskominfo Indramayu
Editor: Redaksi










Komentar