Min.co.id – Indramayu – Perahu penyeberangan ini memiliki panjang lintasan lebih dari 100 m. Perahu yang menjadi penghubung alternatih untuk menyeberang Kali Cimanuk. Bagi warga yang belum pernah merasakan menyeberang di kali, tentunya akan menguji adrenalin.
Kadori selaku pemilik mengatakan, ini merupakan perahu penyebrangan transportasi menghubungi antara Desa Beduyut Kecamatan Bangodua dengan Desa Kertasemaya Kecamatan Kertasemaya.
Perahu penyebrangan ini juga digunakan sebagai penghubung alternatif untuk warga, misalnya mengantar anak sekolah, wiraswata, dagang, berkantor, dan guru.
“Ya, bisa dikatakan sebagai kebutuhan transportasi masyarakat. Adanya perahu penyebrangan bisa menghemat waktu, tetapi hanya bisa digunakan jika air tenang atau saat musim kemarau (musim asat). Jika musim penghujan atau ada hujan deras perahu penyebrangan tidak beroperasi, demi keselamatan bersama,” kata Kadori, Rabu (11/08/2021).
Perahu ini sudah beroperasi sekitar 20 tahun, yang kemudian diteruskan oleh Kadori. Perahu penyebrangan alternatif ini memiliki izin operasi dari desa, kecamatan dan pemerintah kabupaten, serta diketahui oleh Polsek setempat.
Kapolsek Tukdana sering memberikan edukasi, nasihat, pemberitahuan, dan motivasi kepada semua pemilik perahu penyeberangan alternatif yang ada.
Selain itu, untuk menjaga keselamatan warga, pihak dari penyedia perahu pun melengkapi alat keselamatan berupa ban, pelampung, dan tali tambang, serta pegawai penjaga perahu penyeberangan juga wajib bisa berenang. Bahkan pemilik pun harus bisa berenang sebagai antisipasi melengkapi keselamatan warga, karena jika dalam keadaan tenang air memiliki kedalaman 4-6 meter.
Pemeliharan perahu penyeberangan meliputi renovasi, seperti renovasi jembatannya setahun 5 kali, per 2 tahun minimal service (renovasi) perahu. Jika sudah 5 tahun bahkan bisa sampai ganti perahu. Pengontrolan juga terkadang datang dari Dishub, untuk melihat kelayakan dari perahu penyebrangan.
Sementara itu, di masa pandemi dan adanya penerapan PPKM, jumlah warga menyebrang pun tidak seramai biasanya. Akibatnya penghasilan turun sekitar 30%.
“Saya harapan PPKM disudahi, corona hilang, dan masyarakat nurut sama pemerintah, sehingga semua bisa kembali normal dan Indonesia sehat,” tutup Kadori. (Phu)







Komentar