Bukan Sekadar Silaturahmi, KJPI Dorong Komunikasi Terbuka dengan Pemerintah Losarang

Min.co.id | Indramayu — Informasi tentang pelayanan, kebijakan, dan pembangunan daerah akan lebih bermakna ketika sampai kepada masyarakat secara akurat dan mudah dipahami.

Di sisi lain, pemerintah juga membutuhkan ruang untuk menerima masukan dan mengetahui persoalan yang dirasakan warga. Di antara dua kepentingan itu, komunikasi antara pemerintah dan insan pers menjadi penting, tanpa menghilangkan independensi jurnalistik.

Semangat tersebut mewarnai kunjungan silaturahmi Komunitas Jurnalis Pantura Indramayu (KJPI) ke Pemerintah Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jumat (23/10/2026). Pertemuan itu menjadi bagian dari rangkaian kunjungan KJPI kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Losarang, termasuk Koramil 1611/Losarang dan Polsek Losarang.

Rombongan KJPI diwakili sejumlah wartawan dari berbagai media, yakni Apip Nopianto dari Kabar Cirebon, Wiwin Hidayat dari Min.co.id, Hasto Kristanto dari INA Indonesia, Muhtar dari Jabar Expose, Carim dari Media Nasional, serta Rasto dari Pantura Journalist.

Mewakili Camat Losarang Encep Ria Setiadi, Sekretaris Kecamatan Losarang Tandi Afandi menyambut rombongan tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif para jurnalis yang membuka ruang komunikasi antara pers dan pemerintah.

Bagi Tandi, hubungan yang terbangun tidak semestinya berhenti pada pertemuan seremonial. Komunikasi yang baik perlu berlanjut menjadi pertukaran informasi dan masukan yang membantu masyarakat memahami program maupun kebijakan pemerintah.

“Saya atas nama Bapak Camat dan Pemerintah Kecamatan Losarang menyampaikan apresiasi. Kami sambut secara terbuka kunjungan teman-teman pers atau wartawan dari KJPI ini, apalagi tujuannya bersilaturahmi. Ini sangat positif,” kata Tandi.

Tandi menilai pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai program dan kebijakan pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Informasi yang disampaikan secara tepat dapat membantu masyarakat memahami arah pembangunan sekaligus mengetahui kebijakan yang berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari.

Namun, hubungan antara pemerintah dan pers juga membutuhkan komunikasi yang sehat. Pemerintah dapat memberikan informasi dan menerima masukan, sedangkan wartawan tetap menjalankan tugas jurnalistik berdasarkan fakta, verifikasi, keberimbangan, serta Kode Etik Jurnalistik.

Tandi berharap sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui pertukaran informasi yang konstruktif dengan tetap menjaga profesionalitas masing-masing pihak.

“Membangun sinergi dan kemitraan strategis dalam rangka menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama menyangkut program-program dan kebijakan pemerintah, pusat dan daerah, baik provinsi maupun kabupaten, itu sangat penting,” ujarnya.

Ia juga berharap komunikasi yang terjalin dapat mendukung pencapaian visi Indramayu REANG, yakni Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong.

Perwakilan KJPI, Apip Nopianto, menyampaikan terima kasih atas sambutan Pemerintah Kecamatan Losarang. Ia menegaskan bahwa komunikasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang terbuka, termasuk dalam memperoleh informasi dan menyampaikan masukan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Meski demikian, Apip menekankan bahwa sinergi tidak berarti menghilangkan batas profesional antara jurnalis dan pemerintah. Pers tetap memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan fakta, menguji informasi, dan memberitakan persoalan publik secara independen.

“KJPI akan berupaya bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan Losarang untuk berbagi informasi dan masukan yang konstruktif, dengan tetap menjaga profesionalitas kerja sebagai jurnalis serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik,” kata Apip.

Prinsip tersebut menjadi penting agar kemitraan tidak hanya dipahami sebagai hubungan baik antarlembaga, tetapi juga mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang diterima.

Kunjungan KJPI ke Pemerintah Kecamatan Losarang diharapkan menjadi awal komunikasi yang berkelanjutan. Pertemuan dan silaturahmi dapat membuka pintu, tetapi manfaat sesungguhnya akan terlihat ketika informasi publik semakin mudah diakses, persoalan warga mendapat perhatian, dan masukan yang relevan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Masyarakat membutuhkan informasi yang tidak hanya memuat kegiatan pejabat, tetapi juga menjelaskan dampak kebijakan, perkembangan pelayanan, serta persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Karena itu, hubungan pers dan pemerintah perlu dibangun di atas keterbukaan, saling menghormati, dan tanggung jawab kepada publik. Pemerintah diharapkan terbuka terhadap pertanyaan maupun kritik yang disampaikan secara profesional, sementara insan pers tetap menjaga independensi dan keberimbangan pemberitaan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sinergi bukan seberapa sering pertemuan digelar, melainkan seberapa besar komunikasi tersebut membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar, memahami kebijakan, dan menyampaikan aspirasi.(WH)

 

Komentar

News Feed