Kelompok Wanita Tani Mekarjadi Ikut Menjaga Kampung

Min.co.id | Ciamis – Pagi itu, obrolan di Dusun Kereteg, Desa Mekarjadi, Kabupaten Ciamis, Kamis (27/8/2026), tidak hanya berkisar tentang tanaman dan hasil kebun.

Di tengah aktivitas kelompok wanita tani, seorang polisi datang tanpa suasana formal. Bhabinkamtibmas Desa Mekarjadi Brigadir Dini Fuzi Lestary memilih duduk dan berbincang bersama warga.

Pertemuan sederhana itu menjadi ruang untuk saling bertukar cerita.Mulai dari aktivitas kelompok tani hingga kondisi lingkungan desa, semuanya mengalir dalam percakapan warga dan polisi.Sekitar pukul 09.00 WIB, Dini melakukan sambang sekaligus bersilaturahmi dengan kelompok wanita tani di Dusun Kereteg.

Tidak ada jarak yang dibuat-buat.Polisi datang bukan hanya untuk menyampaikan pesan keamanan, tetapi juga mendengarkan apa yang dirasakan warga.

Dari Kebun, Cerita Kampung Mengalir

Bagi masyarakat desa, kelompok wanita tani bukan sekadar tempat berkegiatan.Di dalamnya terdapat interaksi antarwarga, kerja bersama dan komunikasi yang membuat hubungan sosial tetap terjaga.Karena itu, kelompok seperti ini juga menjadi ruang yang penting bagi polisi untuk mengetahui dinamika lingkungan.

Melalui percakapan langsung, warga dapat menyampaikan berbagai persoalan yang mereka temui.Termasuk apabila terdapat sesuatu yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan lingkungan.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar melalui Kapolsek Ciamis Kompol Alan Dahlan mengatakan, kegiatan sambang merupakan salah satu pendekatan humanis untuk membangun kepercayaan masyarakat.

“Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan kepolisian sekaligus upaya pencegahan. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat mengetahui kondisi masyarakat dan bersama-sama mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,” ujar Alan.

Polisi Tidak Harus Menunggu Masalah

Bagi kepolisian, menjaga keamanan tidak selalu harus dimulai ketika masalah sudah terjadi.Justru, semakin cepat informasi diperoleh, semakin besar peluang sebuah persoalan dapat dicegah sebelum berkembang.

Karena itu, Bhabinkamtibmas didorong untuk rutin hadir di tengah masyarakat,Mendatangi kelompok tani,Menyapa tokoh masyarakat,Berkomunikasi dengan pemuda Atau sekadar berbincang dengan warga di lingkungan tempat tinggal mereka.Hal-hal kecil tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah.

Warga tidak hanya menerima pesan keamanan, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan informasi kepada polisi.

Warga Merasa Lebih Mudah Berkomunikasi

Kehadiran Brigadir Dini mendapat sambutan positif dari masyarakat.Salah seorang warga mengatakan, kedatangan polisi secara langsung membuat hubungan antara masyarakat dan aparat terasa lebih dekat.

“Kami mengapresiasi Bhabinkamtibmas yang mau datang dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, hubungan antara warga dan polisi menjadi lebih dekat,” ujarnya.

Menurutnya, komunikasi seperti itu membuat warga tidak merasa canggung ketika harus menyampaikan informasi mengenai kondisi lingkungan.Bagi warga, polisi bukan hanya sosok yang ditemui ketika terjadi persoalan, tetapi juga bagian dari lingkungan yang dapat diajak berkomunikasi.

Menjaga Kampung Dimulai dari Kepedulian

Kompol Alan menilai masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan lingkungan.

Kelompok wanita tani pun diharapkan tidak hanya menjadi wadah aktivitas produktif, tetapi juga ruang untuk memperkuat kerukunan dan kepedulian antarwarga.

Sebab, keamanan sebuah desa tidak mungkin hanya dibebankan kepada aparat.Polisi membutuhkan mata dan telinga masyarakat.Sebaliknya, masyarakat membutuhkan polisi yang mudah ditemui dan diajak berkomunikasi.

Hubungan tersebut menjadi penting terutama di tingkat lingkungan, tempat berbagai persoalan kecil sering kali muncul sebelum akhirnya berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Dari Silaturahmi Menjadi Benteng Kampung

Sambang Bhabinkamtibmas di Dusun Kereteg mungkin terlihat sederhana.Tidak ada pengerahan pasukan.Tidak ada operasi besar.

Hanya seorang polisi yang datang, menyapa warga, mendengarkan cerita dan menyampaikan pesan keamanan.Namun dari pertemuan sederhana seperti itulah kepercayaan dapat tumbuh.

Kelompok wanita tani tetap dapat menjalankan aktivitasnya, sementara komunikasi antara masyarakat dan kepolisian semakin terbuka.Kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Pada akhirnya, menjaga keamanan desa tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar.Kadang, cukup dengan mau datang, mau mendengar dan mau peduli.

Dari kebun dan aktivitas warga, pesan tentang keamanan pun tumbuh: bahwa kampung yang aman bukan hanya karena polisi yang berpatroli, tetapi juga karena warganya saling menjaga.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: HHumas Polres Ciamis ,Diolah Redaksi

 

Komentar

News Feed