Nasihat Polisi kepada Pelajar Panjalu: Jangan Rusak Masa Depan dengan Narkoba dan Bullying

Min.co.id | Ciamis – di SMKN 1 Panjalu, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Kamis (27/8/2026), tidak hanya diisi dengan rutinitas belajar.

Sebelum aktivitas sekolah berjalan lebih jauh, para siswa mendapat pesan yang mungkin terdengar sederhana, tetapi menyangkut masa depan mereka jangan sampai salah memilih pergaulan.

Sekitar pukul 06.50 WIB, Kanit Binmas Polsek Panjalu Aipda Doni Hermana hadir di lingkungan sekolah untuk memberikan pembinaan kepada para pelajar.

Narkotika, disiplin sekolah hingga bullying menjadi tiga hal yang disorot.

Pesannya jelas. Masa remaja adalah masa untuk tumbuh, bukan masa untuk mempertaruhkan masa depan karena pengaruh lingkungan.

Sekali Terjerumus, Masa Depan Bisa Berubah

Di hadapan para siswa, kepolisian mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkotika.

Para pelajar diajak mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, mengejar prestasi, mengembangkan bakat serta memilih lingkungan pergaulan yang dapat membawa pengaruh positif.

Bukan tanpa alasan pesan itu disampaikan sejak bangku sekolah.

Remaja berada pada fase ketika rasa ingin tahu dan pengaruh teman sebaya dapat ikut menentukan pilihan. Karena itu, kemampuan mengatakan “tidak” terhadap ajakan yang berisiko menjadi bagian penting dari menjaga diri.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar melalui Kapolsek Panjalu AKP Yaya Koswara mengatakan, pembinaan kepada pelajar merupakan bagian dari upaya pencegahan sejak dini.

“Kami terus mendorong personel untuk hadir di lingkungan sekolah dan memberikan edukasi kepada para pelajar. Anak-anak adalah generasi penerus yang harus kita jaga bersama,” ujar Yaya.

Bercanda Ada Batasnya

Pesan berikutnya menyentuh persoalan yang sering dianggap sepele di lingkungan sekolah: bullying.Di antara pertemanan dan candaan sehari-hari, batas antara bercanda dan menyakiti orang lain terkadang dapat terlewati.

Para siswa diingatkan agar tidak merendahkan, mengintimidasi ataupun melakukan tindakan yang membuat teman merasa tertekan.Mereka diajak menghargai perbedaan dan membangun pertemanan yang sehat.

Seorang siswa mengaku mendapat pemahaman baru dari pembinaan tersebut.

“Kami jadi lebih memahami bahwa bercanda juga harus ada batasnya dan tidak boleh sampai menyakiti teman,” ujarnya.

Bagi siswa tersebut, pesan itu menjadi pengingat bahwa suasana sekolah yang nyaman tidak hanya bergantung pada guru atau petugas sekolah.Siswa juga mempunyai peran untuk menciptakannya.

Disiplin Bukan Sekadar Takut Dihukum

Selain narkotika dan bullying, kepolisian mengingatkan para siswa mengenai pentingnya menaati tata tertib sekolah.Disiplin dipandang bukan sekadar kewajiban agar terhindar dari hukuman, tetapi bagian dari pembentukan karakter.

Datang tepat waktu, mengikuti aturan, menghormati guru dan menjaga hubungan baik dengan sesama siswa menjadi kebiasaan kecil yang dapat membentuk sikap ketika mereka memasuki dunia yang lebih luas.

Yaya menegaskan bahwa pencegahan tidak bisa dilakukan oleh polisi seorang diri.Sekolah, orang tua, masyarakat dan kepolisian perlu membangun komunikasi agar para pelajar memiliki ruang yang aman untuk berkembang.

“Kami mengajak mereka menjauhi narkotika, menaati aturan sekolah dan tidak melakukan bullying. Mari ciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan saling menghargai,” katanya.

Polisi Datang, Siswa Mendengar

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan pembinaan tersebut.Bagi sekolah, kehadiran kepolisian memberikan tambahan perspektif kepada siswa mengenai risiko yang mungkin mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang perwakilan sekolah berharap kegiatan semacam itu tidak berhenti pada satu kali pertemuan.

“Kami sangat mendukung kegiatan pembinaan dari kepolisian. Pesan yang diberikan kepada siswa sangat penting, terutama agar mereka memahami bahaya narkoba dan tidak melakukan bullying kepada teman,” ungkapnya.

Harapannya, pesan yang disampaikan pagi itu tidak berhenti ketika kegiatan selesai.Sebab, tantangan bagi para pelajar justru muncul setelah mereka kembali ke lingkungan pergaulan masing-masing.

Ketika ada ajakan mencoba sesuatu yang berbahaya.Ketika candaan mulai berubah menjadi penghinaan.Atau ketika aturan dianggap sebagai sesuatu yang boleh dilanggar.Di situlah pembinaan diuji.

Menjaga Masa Depan dari Hal-Hal yang Terlihat Sepele

Kegiatan pembinaan di SMKN 1 Panjalu berlangsung aman, lancar dan kondusif.Namun, inti kegiatan tersebut bukan sekadar kehadiran polisi di sekolah.

Ada pesan yang lebih panjang untuk dibawa pulang oleh para siswa masa depan bisa dijaga dari keputusan-keputusan kecil hari ini,Menolak narkoba,Menghormati teman,Berani menghentikan bullying,Mematuhi aturan Dan memilih pergaulan yang sehat.

Hal-hal sederhana itu mungkin tidak langsung terlihat hasilnya.Tetapi bagi seorang pelajar, pilihan tersebut bisa menjadi pembeda antara masa depan yang terbuka luas dan masalah yang seharusnya tidak pernah terjadi.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: HHumas Polres Ciamis

 

Komentar

News Feed