Min.co.id | Surabaya – Tradisi Malam Satu Suro selama ini identik dengan kewaspadaan dan refleksi diri. Namun di era digital, ancaman tak lagi hanya datang dari dunia nyata. Penipuan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pencurian akun, hingga manipulasi psikologis melalui media digital kini menjadi tantangan baru yang harus dihadapi masyarakat.
Berangkat dari semangat tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur menggelar Webinar CERDIG (CERDAS DIGITAL) Beruang Siber (Bedah Ruang Siber) Jawa Timur Jilid XIV bertajuk “Malam Satu Suro: Waspada Manipulasi dan Gendam di Dunia Digital”, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi dan kesadaran keamanan siber masyarakat di tengah derasnya transformasi digital yang membuat akun dan identitas digital menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksana Harian Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Kominfo Jawa Timur, Aulia Bahar Permana, menjelaskan bahwa ancaman pencurian kredensial akun kini terus meningkat dengan metode yang semakin canggih dan sulit dikenali.
Menurutnya, pelaku kejahatan siber saat ini tidak hanya mengandalkan teknik peretasan biasa, tetapi juga memanfaatkan teknologi AI dan rekayasa sosial (social engineering) untuk mengecoh calon korbannya.
“Serangan terhadap akun digital menjadi salah satu metode paling dominan dalam kejahatan siber saat ini. Pelaku memanfaatkan teknologi dan rekayasa sosial berbasis AI untuk mengecoh korban. Masyarakat perlu memahami cara melindungi identitas dan akun digital dari pengambilalihan ilegal,” ujar Aulia.
Ia menambahkan, penggunaan Multi-Factor Authentication (MFA) yang aman, pemanfaatan password manager, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk social engineering menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko kejahatan digital.
Melalui webinar ini, Dinas Kominfo Jatim berharap masyarakat mampu memahami tren dan modus pencurian data digital, mengenali berbagai bentuk serangan seperti MFA Fatigue, Session Hijacking, hingga Deepfake AI, sekaligus mengetahui langkah-langkah praktis untuk menjaga keamanan akun dan identitas pribadi.
“Melalui kegiatan ini kami berharap peserta dapat memahami tren dan modus pencurian kredensial akun di era digital, mengenali metode serangan MFA Fatigue, Session Hijacking, dan Deepfake AI, memahami langkah praktis dalam melindungi akun dan identitas digital, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap rekayasa sosial dan penipuan berbasis AI,” tambahnya.
Sementara itu, Dyan Galih, seorang Software Engineer & Security Researcher yang hadir sebagai narasumber, membagikan sejumlah tips sederhana namun efektif untuk menjaga keamanan data pribadi di ruang digital.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu banyak membagikan informasi pribadi di media sosial, seperti lokasi secara real-time atau foto boarding pass yang dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.
Selain itu, Dyan mengimbau masyarakat untuk mengatur privasi akun media sosial, menggunakan autentikasi ganda (MFA), tidak sembarangan mengklik tautan atau mengikuti kuis viral, berhati-hati terhadap telepon dari nomor yang tidak dikenal, serta hanya menggunakan aplikasi resmi dan menghindari aplikasi bajakan.
“Data yang aman melindungi diri dan masa depan Anda. Password yang kuat adalah langkah pertama untuk melindungi data Anda dari akses yang tidak sah,” tegas Dyan.
Di tengah semakin pesatnya perkembangan teknologi, edukasi seperti ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan bukan hanya diperlukan di jalan raya atau lingkungan sekitar, tetapi juga di ruang digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Sebab, satu klik yang keliru dapat membuka celah bagi hilangnya data pribadi, bahkan mengancam keamanan finansial dan identitas seseorang.
Melalui webinar CERDIG Beruang Siber Jatim Jilid XIV, Dinas Kominfo Jawa Timur berharap budaya sadar keamanan siber dapat tumbuh di tengah masyarakat, sehingga ruang digital Indonesia menjadi lebih aman, sehat, dan produktif untuk semua.
Penulis: Achmad Suharya
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Diskominfo Jawa Timur










Komentar