Min.co.id |Indramayu — Misteri hilangnya satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, akhirnya mulai terungkap setelah jajaran Polda Jawa Barat bersama Polres Indramayu membongkar kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan lima orang dalam satu rumah.
Kasus yang sempat membuat warga sekitar diliputi kecemasan itu terungkap setelah proses penyelidikan intensif selama beberapa hari terakhir.
Kabid Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, mengatakan penyidik menduga motif utama perkara tersebut berkaitan dengan persoalan ekonomi dan sakit hati pribadi antara tersangka dan korban.
“Tersangka merasa sakit hati karena persoalan utang piutang yang belum terselesaikan. Dari hasil penyidikan, pelaku kemudian diduga merencanakan tindak kejahatan tersebut,” ujar Hendra, Senin (11/5/2026).
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, rencana pembunuhan disebut telah disusun beberapa hari sebelum kejadian. Polisi menduga kedua tersangka datang ke rumah korban dengan alasan ingin membicarakan urusan usaha.
Peristiwa tragis itu kemudian terjadi di rumah korban di kawasan Jalan Siliwangi, Kelurahan Paoman, pada dini hari 29 Agustus 2025.
Dalam proses penyidikan, polisi menemukan bahwa seluruh anggota keluarga yang berada di rumah saat kejadian menjadi korban. Di antaranya pasangan suami istri, orang tua korban, hingga dua anak yang masih di bawah umur.
Kasus tersebut menjadi perhatian luas masyarakat karena tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga mengguncang rasa aman warga sekitar.
Setelah kejadian, para pelaku diduga berupaya menghilangkan jejak dengan menutupi lokasi penemuan korban dan mencoba menciptakan kesan seolah keluarga tersebut sedang pergi keluar kota.
Namun penyelidikan kepolisian akhirnya mengarah kepada dua tersangka yang kemudian berhasil diamankan di wilayah Kecamatan Kedokan Bunder, Indramayu.
Polda Jabar menegaskan proses hukum terhadap perkara tersebut akan dilakukan secara profesional dan menyeluruh untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian.
“Kedua tersangka saat ini telah diamankan dan menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Hendra.
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, tragedi di Paoman menyisakan luka mendalam bagi masyarakat yang selama ini mengenal lingkungan tersebut sebagai kawasan permukiman yang tenang.
Bagi warga sekitar, peristiwa itu bukan sekadar kasus kriminal, melainkan pengingat bahwa persoalan ekonomi, emosi, dan kekerasan dapat berubah menjadi tragedi kemanusiaan ketika tidak diselesaikan dengan cara yang benar.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Bid Humas Polda Jabar – Diolah Redaksi










Komentar