Min.co.id – Indramayu – Air bagi petani merupakan kebutuhan vital dalam meningkatkan kelangsungan tanam dan produksi pertanian, apalagi Kabupaten Indramayu salah satu daerah stok pangan nasional atau lumbung padi nasional, oleh karena itu sudah layak stakeholder melakukan pembenahan dan penataan air agar kebutuhan petani dan lainnya bisa teratasi terutama bagi air untuk pesawahan di Kabupaten Indramayu.
Namun faktanya di Indramayu sudah puluhan silam persoalan air menjadi masalah besar yang sulit dipecahkan, karena banyak oknum atau mafia air yang bermain dari hulu sampai hilir untuk meminta sejumlah uang jika sawahnya ingin diairi.
Hal tersebut sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat Indramayu, terutama di kalangan petani yang membutuhkan air disaat kekurangan pasokan dari debit air irigasi primer dan sekunder dan berani merogoh kocek demi kelangsungan hidup tanaman padi dan lainnya.
Sementara tidak sedikit para mafia atau preman yang menjual belikan air ke para petani demi meraup keuntungan pribadi dan golongannya.
Selanjutnya, ketika menerima laporan dari Camat dan petani, Bupati Indramayu Nina Agustina ambil sikap dengan respon cepat, tanggap dan sigap untuk atasi persoalan air dengan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait untuk segera membuka akses irigasi di Rentang dan Cipelang demi kebutuhan masyarakat petani Indramayu.
Disis lain salah satu petani Desa Santing yang tidak mau disebutkan identitasnya kepada min.co.id mengatakan, ” terima kasih kepada Bupati Indramayu yang telah membantu petani untuk mengairi sawah dari irigasi blok tengkele sampai ke Santing, ibu Nina hebat Indramayu bermartabat, ” ujarnya.
Disamping itu, rapat kemarin bersama pengamat air Manggungan dan melibatkan kecamatan Terisi, Gabus, Losarang dan Kandanghaur, Camat Boy menyampaikan, alhamdulilah hasil rapat kemarin pada hari ini dapat menaikkan debit air di Cipelang 21, 2m²/detik minimal dan angka stabil normal itu 25m²/detik, setelah kita sampaikan jam 12 siang alhamdulilah jam 3 sore air di Cipelang itu naik 25m²/detik. Dan pada pagi hari ini air sudah masuk ke saluran irigasi skunder ke areal pesawahan dan yang termasuk kemarin kita perjuangkan bersama di blok tengkele Desa Santing dan sebelahan Desa Karanganyar Kecamatan Kandanghaur.
” Mudah-mudahan air untuk pesawahan kita bisa terairi dengan baik, ” harap Boy. Senin (4/7/2022).
Lebih lanjut Boy menambahkan, dengan apresiasi, fasilitas dan bantuan dari Bupati Nina Agustina untuk mengairi pesawahan di Kecamatan Losarang khususnya dan Kecamatan lainnya pada umumnya tidak ada istilah air bayar, semua gratis tanpa biaya.
” Pa, Bu aja ana sing mengaku bahwa banyu olie kita, kien banyu difasilitasi gratis sing Bupati, tanpa biaya, nyedot olih tapi nambak ora olih ( pa, Bu jangan ada yang mengaku bahwa air dapat dari saya, ini air difasilitasi gratis dari Bupati, tanpa biasa, sedot air boleh tapi ditambak tidak boleh), ” ujar Boy. (Ikhwan)










Komentar