Min.co.id | Indramayu — Persoalan pencemaran limbah yang mengganggu kondisi saluran air Ciloa di Dusun Ciloa, Desa Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti, mendorong warga dan sejumlah pihak melakukan gotong royong normalisasi, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu melibatkan Kelompok Tani Karyamukti 5, masyarakat setempat, pemerintah kecamatan dan desa, unsur TNI-Polri, serta perwakilan pelaku usaha. Mereka bersama-sama membersihkan dan merawat saluran air yang memiliki peran penting bagi kebutuhan pertanian dan perikanan warga.
Camat Cihaurbeuti, Babinsa, Bhabinkamtibmas Polsek Cihaurbeuti, perwakilan pengusaha tahu, perwakilan Perusahaan Putra AR, para kepala dusun Desa Sukahaji, serta anggota kelompok tani turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Normalisasi dilakukan sebagai upaya mengatasi kondisi saluran yang terdampak pencemaran limbah. Bagi masyarakat yang memanfaatkan air untuk pertanian dan perikanan, kondisi saluran bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan kegiatan ekonomi mereka.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Cihaurbeuti IPTU Agus Predi Muharom, S.IP., M.Si., menyampaikan dukungan kepolisian terhadap kegiatan yang melibatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kegiatan gotong royong seperti ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan saluran air, tetapi juga mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan unsur TNI-Polri. Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama untuk mencegah pencemaran lingkungan serta menjaga keberlangsungan fungsi saluran air.
Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dan seluruh pihak terkait semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya saluran air yang memiliki peran penting bagi kebutuhan pertanian dan perikanan. Pemeliharaan saluran air harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, mulai dari hulu hingga hilir,” ungkapnya.
Warga Dusun Ciloa berharap kegiatan tersebut dapat mengurangi pencemaran, menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian dan perikanan, serta memberikan manfaat terutama ketika musim kemarau.
Namun, gotong royong membersihkan saluran saja belum cukup apabila sumber pencemaran tidak ditangani. Masyarakat juga mengharapkan seluruh pihak, termasuk pelaku usaha yang berkaitan dengan aktivitas di sekitar saluran, memiliki tanggung jawab untuk menjaga limbah agar tidak kembali mencemari aliran air.
Karena itu, keberlanjutan normalisasi perlu diikuti pemeliharaan rutin, pengawasan, dan upaya pencegahan pencemaran dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti pada saluran yang dibersihkan, tetapi juga dirasakan dalam jangka panjang oleh warga yang bergantung pada air tersebut.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi








Komentar