Min.co.id | Garut — Material tanah dari tebing menutup jalan penghubung Kecamatan Peundeuy dan Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jumat (30/10/2026) sore. Akibatnya, mobilitas masyarakat di jalur tersebut sempat terganggu sebelum petugas gabungan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor.
Longsor terjadi di Kampung Cinangsi, RT 01 RW 12, Desa Toblong, Kecamatan Peundeuy. Tingginya curah hujan disebut menjadi pemicu longsoran yang menutup badan jalan.
Penanganan dilakukan sekitar pukul 18.00 WIB dengan melibatkan Polsek Singajaya, pemerintah kecamatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, BPBD, TAGANA, PMI, serta masyarakat setempat.
Alat berat dari Dinas PUPR Kabupaten Garut dikerahkan untuk mengeruk dan menyingkirkan timbunan tanah. Kapolsek Singajaya IPTU Tatang Sukirman turut berada di lokasi bersama unsur terkait untuk mendukung proses penanganan.
Upaya pembersihan berlangsung sekitar dua jam. Menurut keterangan Kapolsek Singajaya, hingga pukul 20.00 WIB material longsor berhasil disingkirkan dan arus lalu lintas pada jalur penghubung kedua kecamatan tersebut kembali normal.
“Berkat kerja sama dan penanganan yang dilakukan secara terpadu, hingga pukul 20.00 WIB material tanah longsor berhasil dibersihkan. Arus lalu lintas di jalan penghubung Kecamatan Peundeuy dan Kecamatan Cibalong pun kembali normal dan dapat digunakan oleh masyarakat,” ujar IPTU Tatang Sukirman, Sabtu (31/10/2026).
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika hujan deras, terutama di wilayah yang memiliki tebing atau kondisi tanah rawan longsor. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda lingkungan yang berpotensi membahayakan.
Terbukanya kembali jalan tersebut memungkinkan aktivitas masyarakat di jalur Peundeuy–Cibalong berjalan normal. Namun, pembersihan material belum tentu menghilangkan risiko longsor susulan, terutama apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Karena itu, kewaspadaan warga dan pemantauan kondisi lereng tetap diperlukan. Penanganan darurat perlu diikuti perhatian terhadap titik longsor agar akses penghubung antarkecamatan tidak kembali terganggu.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jawa Barat,Diolah Redaksi








Komentar