Min.coid | Karawang — Sebanyak 42 siswa SMKS Bhinneka Karawang ditantang berpikir cepat dan tepat dalam kompetisi cerdas cermat yang mempertemukan 14 tim dari kelas X hingga XII.
Di tengah persaingan menjawab pertanyaan, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk menguji pengetahuan sekaligus belajar menghadapi kompetisi secara sehat.
Kompetisi bertajuk Mini Quiz tersebut digelar melalui kolaborasi Maxim Karawang dengan SMKS Bhinneka Karawang. Para peserta mengikuti perlombaan secara berkelompok dengan menjawab pertanyaan yang menguji wawasan serta ketepatan mereka dalam memberikan jawaban.
Bagi siswa, cerdas cermat bukan hanya soal siapa yang paling cepat mengangkat tangan atau memberikan jawaban benar. Kerja sama antartim, kemampuan memahami pertanyaan, dan ketenangan saat menghadapi persaingan juga menjadi bagian dari pengalaman yang mereka dapatkan.
Head of Subdivision Maxim Karawang, Tito Awabino Handoko, mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memberi ruang bagi siswa menguji pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan berkompetisi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi siswa untuk menguji pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan mereka dalam berkompetisi,” ujar Tito.
Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi dapat mendorong siswa terus belajar dan meningkatkan prestasi.
Dukungan juga datang dari Kepala SMKS Bhinneka Karawang, Ari Ambarwati, SS. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran rutin di kelas.
Melalui kompetisi tersebut, pengetahuan yang selama ini dipelajari siswa mendapat ruang untuk diterapkan dalam suasana yang berbeda. Mereka tidak hanya dituntut mengetahui jawaban, tetapi juga berhadapan dengan tantangan menjawab secara tepat di tengah persaingan.
Persaingan berakhir dengan pemberian apresiasi kepada tiga tim dengan hasil terbaik. Maxim Karawang menyediakan hadiah berupa uang tunai dan suvenir bagi para pemenang.
Juara pertama memperoleh uang tunai Rp500.000 beserta suvenir. Juara kedua mendapatkan Rp300.000 dan suvenir, sedangkan juara ketiga menerima Rp200.000 berikut suvenir.
Hadiah tersebut menjadi bentuk penghargaan atas hasil yang diraih peserta selama kompetisi. Namun, nilai kegiatan ini tidak hanya terletak pada hadiah yang dibawa pulang para pemenang.
Bagi peserta lainnya, pengalaman beradu pengetahuan bersama teman satu tim juga menjadi bagian dari proses belajar. Kompetisi memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenali kemampuan diri, membangun kerja sama, dan menerima hasil perlombaan secara sportif.
Kolaborasi Maxim Karawang dan SMKS Bhinneka Karawang ini memperlihatkan bagaimana kegiatan di luar pembelajaran formal dapat menjadi ruang tambahan bagi pelajar untuk mengembangkan wawasan.
Tantangannya, kegiatan semacam ini perlu terus memberi kesempatan kepada lebih banyak siswa agar manfaatnya tidak berhenti pada peserta yang berhasil meraih juara, tetapi juga dirasakan oleh pelajar yang sedang membangun kepercayaan diri dan kemampuan mereka.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Maxim indonesia, diolah redaksi










Komentar