Min.co.id | Ciamis — Bagi sebagian warga, membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) bukan hanya soal datang ke kantor polisi. Ada tahapan administrasi, ujian teori hingga praktik yang harus dilewati sebelum SIM benar-benar berada di tangan.
Kini, warga Desa Cihaurbeuti mulai mendapat gambaran tentang proses tersebut tanpa harus terlebih dahulu datang ke Satpas.
Informasi itu disampaikan Bhabinkamtibmas Desa Cihaurbeuti Aipda Suryana saat berkoordinasi dengan perangkat desa, Rabu (7/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menjadi bagian dari sosialisasi Program SIM Bhabinkamtibmas, sebuah program Polres Ciamis yang menempatkan Bhabinkamtibmas sebagai pendamping awal bagi warga yang ingin mempersiapkan diri mengikuti ujian SIM.
Sebelum Ujian, Warga Bisa Tahu Apa yang Dihadapi
Selama ini, salah satu persoalan bagi pemohon SIM adalah ketidaktahuan mengenai tahapan yang akan dijalani.
Melalui program tersebut, warga nantinya akan mendapat gambaran materi ujian teori sekaligus simulasi dasar ujian praktik di tingkat desa. Tujuannya bukan menggantikan ujian resmi, tetapi membantu pemohon datang ke Satpas dengan persiapan yang lebih baik.
Polres Ciamis sendiri menegaskan bahwa program tersebut tidak menghapus persyaratan maupun ujian resmi SIM. Setelah mendapat pembekalan di desa, pemohon tetap harus menjalani proses pengujian resmi di Satpas Polres Ciamis.
Artinya, program ini bukan jalan pintas untuk mendapatkan SIM.
Justru sebaliknya, warga diarahkan memahami apa yang harus dipersiapkan sebelum menghadapi proses sebenarnya.
Bhabinkamtibmas Jadi Pintu Informasi di Desa
Di Kantor Desa Cihaurbeuti, Aipda Suryana juga berkoordinasi mengenai lokasi yang nantinya dapat digunakan untuk simulasi praktik dan penyampaian materi kepada masyarakat.
Pola ini membuat informasi tentang SIM tidak seluruhnya menunggu warga mencari sendiri.
Bhabinkamtibmas yang selama ini berada dekat dengan masyarakat diberi peran untuk membantu menjelaskan tahapan tersebut dari lingkungan desa.
Kapolsek Cihaurbeuti IPTU Agus Predi Muharom mengatakan program tersebut diarahkan agar masyarakat lebih memahami proses pengujian SIM sebelum mengikuti ujian sebenarnya.
“Kami berharap melalui sosialisasi dan simulasi yang diberikan, masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum mengikuti pengujian SIM yang sebenarnya,” ujarnya.
Program SIM Bhabinkamtibmas juga dirancang untuk memberikan pendampingan teori dan praktik sebagai persiapan menuju ujian resmi. Polres Ciamis menyebut pelayanan tersebut tetap mengedepankan prosedur resmi dan pembayaran PNBP dilakukan langsung melalui loket pembayaran yang ditentukan, bukan melalui petugas atau perantara.
SIM Bukan Sekadar Kartu, Ada Kompetensi yang Harus Dibuktikan
Pada akhirnya, SIM bukan sekadar kartu identitas pengemudi.
Pemohon tetap harus membuktikan kemampuan dan pengetahuannya melalui tahapan pengujian. Dalam aturan penerbitan SIM, pemohon yang mengikuti ujian praktik juga diberikan penjelasan mengenai tata cara, sistem penilaian dan contoh ujian sebelum pelaksanaan.
Karena itu, latihan di tingkat desa dapat menjadi ruang bagi warga untuk mengenali apa yang akan dihadapi.
Bagi warga Cihaurbeuti yang selama ini masih bertanya-tanya bagaimana proses mendapatkan SIM A maupun SIM C, informasi tersebut setidaknya memberi satu kepastian: mereka tidak harus datang ke Satpas dalam kondisi benar-benar buta terhadap proses yang akan dijalani.
Program tersebut masih berada pada tahap sosialisasi dan persiapan pelaksanaan di tingkat desa.
Jika berjalan konsisten, yang diharapkan bukan sekadar semakin banyak warga mengetahui cara membuat SIM, tetapi semakin banyak pula pemohon yang datang ke Satpas dengan pengetahuan dan keterampilan yang memang dibutuhkan untuk menjadi pengemudi yang lebih siap.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis, Diolah Redaksi










Komentar