Min.co.id | Majalengka — Bagi warga Majalengka, nama Suyudi Ario Seto bukan sosok yang tiba-tiba muncul di panggung nasional. Lebih dari satu dekade lalu, ia pernah memimpin Polres Majalengka. Kini, perjalanan itu membawanya ke posisi tertinggi di institusi Polri setelah dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto.
Suyudi resmi dilantik sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pelantikan tersebut sekaligus menandai kenaikan pangkatnya menjadi Jenderal Polisi dan menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Keterangan Sekretariat Negara menyebut pelantikan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026.
Namun bagi Majalengka, kabar tersebut memiliki cerita tersendiri.
Jauh sebelum namanya berada di jajaran pimpinan tertinggi Polri, Suyudi pernah menjalani tugas sebagai Kapolres Majalengka pada 2014. Setelah itu, perjalanan kariernya berlanjut ke sejumlah wilayah dan jabatan strategis hingga akhirnya dipercaya memimpin Polri.
Catatan mengenai masa tugas tersebut juga tercantum dalam pemberitaan resmi Pemerintah Kabupaten Majalengka. Dalam kunjungannya ke Majalengka pada Agustus 2026, Suyudi disebut sempat mengenang kembali masa pengabdiannya di Bumi Sindangkasih.
Dari Majalengka, Karier Suyudi Terus Bergerak
Penugasan di Majalengka hanya menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang Suyudi di kepolisian.
Setelah menjadi Kapolres Majalengka, ia kemudian dipercaya sebagai Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota dan Kapolres Metro Jakarta Pusat. Kariernya kemudian berlanjut ke sejumlah jabatan strategis, termasuk Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten hingga Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. Riwayat tersebut juga dicatat dalam profil yang dimuat sejumlah media nasional.
Sekretariat Negara mencatat, sebelum dilantik sebagai Kapolri, Suyudi menjabat Kepala BNN RI sejak 25 Agustus 2025. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1994 dan lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973.
Perubahan posisi itu membuat perjalanan Suyudi menarik perhatian di daerah yang pernah menjadi bagian dari kariernya.
Bagi Majalengka, ia bukan hanya nama yang muncul dalam berita pelantikan di Jakarta. Ada jejak tugas yang pernah ditinggalkan ketika memimpin kepolisian di daerah tersebut.
Eman: Suyudi Bukan Sosok Asing bagi Majalengka
Bupati Majalengka Eman Suherman turut menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Suyudi sebagai Kapolri.
Menurut Eman, hubungan Suyudi dengan Majalengka memiliki catatan tersendiri karena perwira tersebut pernah mengemban tugas sebagai Kapolres Majalengka pada 2014.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Majalengka dan masyarakat Majalengka, kami mengucapkan selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas amanah baru sebagai Kapolri. Beliau bukan sosok yang asing bagi Majalengka karena pernah mengemban tugas sebagai Kapolres Majalengka pada 2014,” ujar Eman, seperti dikutip dari keterangan Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Eman mengatakan, perjalanan Suyudi dari pimpinan kepolisian di tingkat daerah hingga dipercaya memimpin Polri menjadi catatan tersendiri bagi Majalengka.
“Kami merasa bangga karena beliau pernah mengabdi di Majalengka. Kami mendoakan semoga amanah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Kapolri, serta diberikan kekuatan dan kelancaran dalam memimpin institusi Polri,” kata Eman.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pelantikan Suyudi tidak hanya dilihat dari sisi pergantian pucuk pimpinan Polri, tetapi juga dari hubungan historisnya dengan daerah yang pernah menjadi tempat bertugas.
Kini Tantangannya Berada di Tingkat Nasional
Setelah dilantik, Suyudi langsung menyampaikan sejumlah fokus yang akan dijalankan dalam kepemimpinannya.
Dalam keterangan pers usai pelantikan, Suyudi mengatakan langkah awalnya adalah melakukan konsolidasi internal sekaligus mengevaluasi program yang telah berjalan. Program yang dinilai masih baik akan dilanjutkan, sedangkan hal-hal yang membutuhkan pembenahan akan dievaluasi.
Sekretariat Negara juga mencatat Suyudi menyampaikan perhatian terhadap pelayanan publik, penegakan hukum yang adil dan kedekatan polisi dengan masyarakat sebagai bagian dari fokus kepemimpinannya.
Kini, ruang tugasnya jauh lebih luas dibanding ketika ia memimpin Polres Majalengka.
Jika dulu persoalan keamanan di satu kabupaten menjadi bagian dari tanggung jawabnya, kini seluruh wilayah Indonesia menjadi ruang pengabdiannya sebagai Kapolri.
Bagi Majalengka, perjalanan itu menyisakan satu cerita yang cukup dekat dengan ingatan daerah: seorang perwira yang pernah memimpin kepolisian setempat pada 2014, kemudian kembali disebut setelah bertahun-tahun menjalani berbagai penugasan dan akhirnya dilantik sebagai Kapolri.
Dari Majalengka, perjalanan Suyudi berlanjut hingga ke Jakarta.Kini, ia tidak lagi datang sebagai Kapolres Majalengka.
Ia datang dalam catatan sejarah daerah itu sebagai putra institusi Polri yang pernah bertugas di Bumi Sindangkasih dan kini memimpin Polri di tingkat nasional. ( Taufik Hidayat)








Komentar