Lima Medali dari Bukittinggi, Langkah Para Polisi Jabar Berbuah Prestasi

Min.co.id | Bandung — Saat matahari belum tinggi di langit Bukittinggi, ribuan pelari sudah bersiap di garis start. Minggu (27/9/2026) pukul 05.30 WIB, langkah kaki mulai beradu dengan panjangnya lintasan dalam Police Woman Run ke-78.

Di antara sekitar 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, sejumlah personel Polda Jawa Barat ikut mempertaruhkan kemampuan mereka. Bukan sekadar mengejar garis finis, mereka membawa target untuk membuktikan hasil latihan di tengah persaingan peserta dari berbagai latar belakang.

Hasilnya, kontingen Polda Jabar membawa pulang lima medali dari ajang yang digelar di pelataran Monumen Polwan Bukittinggi tersebut.

Kejuaraan bertema “Run the Culture” itu mempertandingkan kategori 5K dan 10K, dengan peserta dari kelompok pelajar, umum, TNI/Polri hingga kategori Master 40+.

Bagi para pelari, jarak 10 kilometer bukan sekadar angka. Ada persoalan menjaga ritme, mengatur tenaga dan mempertahankan konsentrasi ketika tubuh mulai lelah. Semua keputusan di lintasan akhirnya ditentukan oleh kemampuan masing-masing pelari melewati kilometer demi kilometer.

Di kategori 10K Female TNI/Polri, Bripka Surya Elvi, personel Polres Purwakarta, berhasil meraih juara pertama. Sementara Bripka Sugianingsih dari Polres Garut menempati posisi kedua.

Prestasi lainnya datang dari kategori Female Master 10K TNI/Polri. Aiptu Lia Hilsiani, personel Ditlantas Polda Jabar, berhasil finis di posisi pertama.

Dari kelompok polisi laki-laki, Aiptu Herman Hendradewa dari Ditreskrimsus Polda Jabar juga meraih juara pertama pada kategori 10K Male Master TNI/Polri.

Sementara Bripda M. Raihan Malik AG menutup catatan prestasi tim dengan menempati posisi keempat pada kategori yang sama.

Lima hasil tersebut menjadi bagian dari perjalanan para personel yang sebelumnya harus mempersiapkan diri menghadapi perlombaan.

Karo SDM Polda Jabar Kombes Pol. Dr. Fadly Samad menugaskan dua Polwan pendamping, yakni AKBP Reny Marthaliana, S.H., M.M. dan AKP Andriani KR., S.H., bersama tiga atlet Polwan dan dua atlet Polki untuk mengikuti kejuaraan tersebut.

Kehadiran pendamping menjadi bagian dari persiapan dan dukungan tim selama mengikuti kompetisi.

Namun ketika peluit start berbunyi, semua kembali kepada kemampuan masing-masing atlet.

Lintasan tidak mengenal jabatan. Yang menentukan adalah bagaimana seorang pelari mengatur napas, menjaga langkah dan bertahan sampai garis finis.

Itulah yang kemudian menghasilkan lima medali bagi kontingen Polda Jabar dalam Police Woman Run ke-78 tahun 2026.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Polwan ke-78.

Lebih dari sekadar perolehan medali, keikutsertaan personel kepolisian dalam ajang olahraga juga menunjukkan bahwa aktivitas olahraga dapat menjadi ruang untuk menguji disiplin dan daya juang di luar tugas kedinasan.

Dari Bukittinggi, cerita para pelari Polda Jabar akhirnya bukan hanya tentang siapa yang berdiri di podium.

Ada latihan yang tidak terlihat, ada kelelahan yang harus dilewati, dan ada keberanian untuk bersaing ketika ribuan peserta lain juga mengejar tujuan yang sama.

Lima medali menjadi hasil akhirnya. Tetapi bagi para pelari, garis finis adalah bukti bahwa setiap langkah yang dipersiapkan dengan serius akhirnya menemukan tempatnya.

Penulis: Redaksi 
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jabar,Diolah Redaksi

Komentar

News Feed