Min.co.id | Ciamis — Sore di Lapangan Bola Voli Desa Selasari, Kecamatan Kawali, Ciamis, tak hanya diisi suara pukulan bola dan teriakan pemain dari pinggir lapangan. Pertandingan voli putra tingkat desa se-Kabupaten Ciamis itu juga menjadi ruang warga berkumpul dan menyaksikan persaingan antartim.
Pertandingan yang berlangsung Rabu (7/10/2026) mulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut mendapat pengamanan dari Bhabinkamtibmas Desa Selasari Polsek Kawali, Aipda Ajat Sudrajat.
Kehadiran polisi di tengah kegiatan olahraga warga bukan untuk mengambil alih jalannya pertandingan. Personel lebih banyak memantau situasi di sekitar lapangan agar pertandingan dapat berlangsung tanpa gangguan.
Bagi warga yang datang menonton, kondisi lapangan yang ramai tentu membutuhkan perhatian tersendiri. Antusiasme pertandingan bisa membuat penonton berdesakan, sementara emosi pemain dan pendukung juga dapat meningkat ketika pertandingan berlangsung ketat.
Karena itu, pengamanan menjadi bagian yang tak kalah penting dari pertandingan itu sendiri.
Ketika Lapangan Menjadi Tempat Berkumpul Warga
Pertandingan tersebut menjadi salah satu kegiatan yang mempertemukan pemain, panitia dan masyarakat dari berbagai lingkungan.
Ilham Ahmad Taufik selaku Ketua Kartun menjadi penanggung jawab kegiatan.
Di tengah pertandingan, Bhabinkamtibmas melakukan pemantauan di sekitar lokasi. Kehadirannya sekaligus menjadi kesempatan untuk menjaga komunikasi dengan warga yang berada di lapangan.
Kapolsek Kawali AKP Iis Yeni Idaningsih mengatakan pengamanan dilakukan agar pertandingan dapat berjalan aman sekaligus mengingatkan peserta dan penonton untuk menjaga ketertiban.
“Kami melaksanakan pengamanan untuk memastikan kegiatan pertandingan bola voli dapat berjalan dengan aman dan lancar. Kami juga mengimbau seluruh peserta, panitia dan masyarakat yang hadir untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta menjunjung tinggi sportivitas selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Menang atau Kalah, Sportivitas Tetap Jadi Ukuran
Pertandingan olahraga masyarakat pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang keluar sebagai pemenang.
Ada pemain yang harus menerima kekalahan, pendukung yang harus menahan emosi, dan panitia yang memastikan pertandingan tetap berjalan sesuai aturan.
Di titik itulah pesan sportivitas menjadi penting. Kompetisi boleh panas di dalam lapangan, tetapi persoalan pertandingan tidak semestinya terbawa menjadi persoalan di luar lapangan.
Kepolisian juga menempatkan kehadiran Bhabinkamtibmas sebagai bagian dari komunikasi dengan masyarakat di wilayah binaannya.
Selama pertandingan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan tidak terdapat gangguan kamtibmas yang menghambat jalannya kegiatan.
Lapangan Selasari akhirnya bukan sekadar tempat pertandingan. Sore itu, olahraga menjadi cara sederhana warga berkumpul, saling bertemu dan menikmati pertandingan tanpa harus khawatir suasana berubah menjadi persoalan keamanan.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi










Komentar