Min.co.id | Indramayu — Menanam jagung mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa jam. Namun bagi petani, pekerjaan sebenarnya baru dimulai ketika benih masuk ke dalam tanah.
Ada biaya yang harus dihitung, pupuk yang harus tersedia, tanaman yang mesti dirawat, hingga satu pertanyaan yang baru terjawab beberapa bulan kemudian: ketika panen tiba, jagung itu akan dibawa ke mana dan dijual dengan harga berapa?
Persoalan itulah yang ikut mengemuka dalam kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III 2026 yang digelar Polres Indramayu di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional. Namun di balik kegiatan tanam bersama, ada kepentingan yang jauh lebih dekat dengan kehidupan petani: memastikan usaha mereka tidak berhenti setelah masa tanam.
Kepala Biro SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., mengatakan keterlibatan kepolisian bukan untuk menggantikan pekerjaan petani.
Menurut dia, peran polisi lebih pada memastikan program pemerintah dapat berjalan dan petani memperoleh dukungan yang dibutuhkan sejak persiapan lahan hingga hasil pertanian memiliki akses pasar.
“Polisi bukan tugasnya menanam jagung, tetapi kehadiran kita untuk memastikan program pemerintah berjalan dan masyarakat, khususnya para petani, memiliki kepastian dalam melaksanakan kegiatan pertanian.”
Kepastian itu, kata Fadly, tidak hanya berkaitan dengan benih atau pupuk. Dukungan juga dapat menyangkut pemetaan lahan, akses pembiayaan, koordinasi penyediaan sarana produksi, pendampingan penyuluh pertanian hingga akses pasar setelah panen.
Hal tersebut penting karena hasil panen yang melimpah belum otomatis berarti pendapatan petani meningkat. Tanpa pasar dan harga yang memadai, produksi yang tinggi tetap menyisakan persoalan bagi petani.
Di Indramayu, potensi tersebut cukup besar. Kabupaten yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah pertanian utama di Jawa Barat itu memiliki lahan yang dapat dikembangkan untuk tanaman pangan, termasuk jagung.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. menyebut ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan petani. Karena itu, penguatan sektor pertanian juga berkaitan dengan stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi dan ketahanan nasional.
Dalam kegiatan di Mekarwaru, dukungan yang diberikan antara lain satu unit mesin pemipil jagung, 50 paket sembako, enam ton pupuk dan 300 kilogram benih jagung.
Bagi petani, bantuan semacam itu tentu dapat membantu mengurangi sebagian beban pada masa awal budidaya. Tetapi perjalanan menuju panen masih panjang.
Data Polres Indramayu mencatat, sejak Januari hingga September 2026, dukungan penanaman jagung telah mencakup lahan seluas 64,5 hektare dengan produksi yang dilaporkan mencapai 437,226 ton.
Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan jagung bukan lagi sekadar soal berapa banyak benih yang ditanam. Tantangan berikutnya adalah bagaimana produksi tersebut memberi manfaat nyata bagi petani.
Karena itu, Fadly juga mendorong pemetaan lahan-lahan yang belum dimanfaatkan, terutama pada musim kemarau, untuk dikembangkan dengan tanaman yang sesuai kondisi lahan. Jagung menjadi salah satu pilihan, tetapi penentuan komoditas tetap perlu mempertimbangkan kondisi tanah, ketersediaan air dan kebutuhan pasar.
Di lapangan, keberhasilan program semacam ini tidak mungkin hanya ditopang satu institusi. Pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas pertanian, penyuluh, kelompok tani, pelaku usaha hingga masyarakat perlu memiliki peran masing-masing.
Sebab bagi petani, ukuran keberhasilan pada akhirnya bukan hanya foto saat benih ditanam atau luas lahan yang tercatat dalam program.
Ukuran yang lebih nyata adalah ketika tanaman tumbuh, biaya produksi dapat dikendalikan, hasil panen terserap pasar dan pendapatan dari lahan tersebut cukup untuk menghidupi keluarga.
Dari lahan Mekarwaru, benih memang baru ditanam. Tetapi harapan petani sebenarnya sudah berjalan lebih jauh hingga masa panen tiba.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Indramayu, Diolah Redaksi








Komentar