Bercanda atau Merundung? Polisi Ajak Siswa SDN 3 Sindangrasa Berani Bilang Tidak

Batas antara bercanda dan merundung bisa terlihat tipis bagi anak-anak. Tawa yang dianggap biasa oleh satu orang, bisa saja meninggalkan luka bagi teman yang menjadi sasaran. Pesan itulah yang dibawa personel Satuan Binmas Polres Ciamis saat menemui siswa SDN 3 Sindangrasa di Lapang Al Asad, Jalan Sirnarasa, Desa Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Jumat (4/9/2026).

Dalam pembinaan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut, polisi mengajak para siswa memahami bahwa perundungan atau bullying bukan sekadar persoalan saling mengejek. Perilaku yang dilakukan dengan sengaja dan berulang hingga membuat seseorang merasa takut, sedih, tertekan, atau tersakiti juga dapat masuk dalam bentuk perundungan.

Pesan itu disampaikan personel Sat Binmas Polres Ciamis, yakni Kanit Bhabinkamtibmas AIPTU Handoyo Iwan, Kanit Bin Kamsa AIPTU Tatang A.K., Kanit Bin Tibsos AIPDA Aa Ardiansyah, S.H., Urmintu Sat Binmas BRIGADIR Desy Ratna Luthfiati, S.H., serta Bamin Bin Kamsa BRIPDA Adam Riyadi.

Para siswa diperkenalkan pada berbagai bentuk bullying, mulai dari tindakan fisik, ucapan yang merendahkan, hingga perilaku sosial yang membuat seorang anak dijauhi atau dipermalukan.

Polisi juga mengingatkan agar siswa tidak menganggap semua ejekan sebagai candaan. Ukurannya bukan hanya apakah pelaku merasa sedang bercanda, tetapi juga bagaimana tindakan tersebut dirasakan oleh orang yang menjadi sasaran.

Karena itu, siswa diminta tidak ikut memperburuk keadaan ketika melihat temannya dirundung. Menertawakan, menonton, apalagi menyebarkan kembali ejekan dapat membuat korban semakin tertekan.

Para siswa justru didorong untuk berani menghentikan perilaku tersebut dengan cara yang tepat dan melaporkannya kepada orang dewasa yang dipercaya.

Kasat Binmas Polres Ciamis IPTU Marsidi, S.H., M.M., mengatakan pembinaan terhadap anak usia sekolah penting untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai perilaku saling menghargai.

“Pembinaan kepada anak-anak usia sekolah sangat penting dilakukan untuk membangun karakter dan kepedulian sejak dini. Kami mengajak seluruh siswa agar saling menghargai, tidak melakukan bullying, serta berani mencegah dan melaporkan apabila melihat adanya perundungan,” ujar Marsidi.

Ia menyampaikan hal tersebut melalui kegiatan pembinaan yang dilakukan Sat Binmas Polres Ciamis atas arahan Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si.

Bagi siswa yang menjadi korban maupun menyaksikan perundungan, polisi mengarahkan agar kejadian tersebut tidak disimpan sendiri. Mereka dapat menceritakannya kepada guru di sekolah atau orang tua di rumah.

Melapor, dalam konteks tersebut, bukan dianggap sebagai tindakan mencari masalah, melainkan upaya untuk mendapatkan perlindungan dan mencegah perundungan berlanjut.

Materi tersebut mendapat respons dari siswa dan pihak sekolah. Salah seorang siswa mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai dampak mengejek atau menertawakan teman secara terus-menerus.

“Kami jadi lebih tahu bahwa mengejek atau menertawakan teman secara terus-menerus bisa membuat teman sakit hati. Kalau melihat teman dibully, kami akan berusaha membantu dan melaporkannya kepada guru atau orang tua,” ujar siswa tersebut.

Dari lingkungan sekolah, pencegahan bullying pada akhirnya bukan hanya tanggung jawab guru atau polisi. Siswa juga memiliki peran penting untuk menciptakan pergaulan yang membuat setiap anak merasa aman dan dihargai.

Kegiatan pembinaan berlangsung hingga pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman dan lancar.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis, Diolah Redaksi

 

Komentar

News Feed