Min.co.id | Ciamis – Pemilihan kepala desa memang baru dijadwalkan berlangsung 13 Desember 2026. Namun di Desa Sindangsari, Kecamatan Banjarsari, tahapan menuju pesta demokrasi itu sudah mulai berjalan.Kamis (27/8/2026), sebuah rapat pembentukan panitia Pilkades digelar di Aula Desa Sindangsari.
Di ruangan itu, bukan hanya struktur kepanitiaan yang sedang disiapkan.Ada sesuatu yang jauh lebih penting: bagaimana perbedaan pilihan nantinya tidak berubah menjadi perpecahan antarwarga.Karena itu, kepolisian memilih hadir sejak tahap awal.
Bhabinkamtibmas Desa Sindangsari Aiptu Arman melakukan monitoring sekaligus pengamanan kegiatan yang dihadiri Camat Banjarsari Mujiono, Kepala Desa Sindangsari H. Darusman, BPD, Babinsa Peltu Hasyim serta peserta pembentukan panitia.Kegiatan dimulai sekitar pukul 13.30 WIB.
Polisi Menjaga, Bukan Menentukan
Dalam proses tersebut, Polsek Banjarsari menegaskan batas perannya.Polisi tidak ikut menentukan siapa yang duduk sebagai panitia.Kewenangan tersebut berada pada BPD.
Kehadiran Bhabinkamtibmas lebih diarahkan untuk memastikan proses berlangsung aman, tertib dan tidak membuka ruang bagi potensi gangguan keamanan.Di saat yang sama, polisi mengingatkan seluruh pihak agar mengedepankan aturan dan musyawarah.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar melalui Kapolsek Banjarsari AKP Achmad Daryatno mengatakan, pengamanan dilakukan sejak tahapan awal sebagai langkah pencegahan.
“Polri hadir untuk memastikan seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan aman, tertib dan kondusif. Kami tidak masuk ke ranah kewenangan BPD dalam menentukan panitia,” ujar Achmad.
Menurutnya, deteksi dini menjadi penting karena proses politik di tingkat desa bersentuhan langsung dengan hubungan sosial masyarakat.
Calon boleh berbeda,Pilihan boleh berbeda,Tetapi hubungan antarwarga harus tetap dijaga.
Ketika Tetangga Bisa Berbeda Pilihan
Pilkades memiliki karakter berbeda dibandingkan pemilihan di tingkat yang lebih luas.Para pemilih biasanya saling mengenal.Mereka bisa bertetangga, masih satu keluarga, bekerja di lingkungan yang sama, atau setiap hari bertemu dalam aktivitas desa.
Karena itu, perbedaan pilihan memiliki potensi menyentuh hubungan sosial secara langsung.Situasi inilah yang ingin dicegah sejak awal.Masyarakat diminta tidak mudah terpancing isu, terutama informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Komunikasi dan musyawarah diharapkan menjadi jalan ketika muncul perbedaan pendapat.
Warga Ingin Pilihan Beda, Persaudaraan Tetap Sama
Kehadiran polisi dalam pembentukan panitia mendapat respons positif dari warga.
Salah seorang masyarakat mengatakan, pengawalan sejak awal memberikan rasa aman sekaligus menjadi pengingat agar proses Pilkades tidak membuat hubungan antarwarga menjadi renggang.
“Kami mengapresiasi adanya pemantauan dari kepolisian. Walaupun nantinya masyarakat memiliki pilihan yang berbeda, kami berharap persaudaraan dan kerukunan tetap terjaga,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena pesta demokrasi di desa bukan hanya tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak.Ada hubungan sosial yang harus tetap hidup setelah pemungutan suara selesai.
Menuju 13 Desember
Tahapan Pilkades Serentak 2026 akan terus berjalan hingga hari pemungutan suara pada 13 Desember mendatang.
Polsek Banjarsari bersama unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPD dan pihak terkait akan melakukan koordinasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.Bagi kepolisian, pengamanan bukan berarti menunggu konflik terjadi.
Justru, keberhasilan pengamanan diharapkan terlihat ketika potensi persoalan dapat dicegah sebelum membesar.Di Desa Sindangsari, proses demokrasi itu baru memasuki langkah awal.
Namun satu pesan sudah ditanamkan sejak sekarang berbeda pilihan adalah bagian dari demokrasi, tetapi kehilangan persaudaraan bukanlah harga yang harus dibayar.
Sebab ketika Pilkades selesai, warga tetap akan kembali hidup berdampingan sebagai tetangga, saudara dan satu masyarakat desa.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: HHumas Polres Ciamis,Diolah Redaksi








Komentar