Min.co.id | Ciamis – Suasana di Mapolres Ciamis berubah seketika ketika simulasi alarm stelling dimulai, Jumat (28/8/2026). Personel yang sebelumnya menjalankan aktivitas rutin harus segera bersiap menghadapi skenario gangguan keamanan yang berpotensi mengancam lingkungan markas.
Bukan sekadar latihan, simulasi tersebut menjadi cara Polres Ciamis menguji seberapa cepat personel merespons keadaan darurat, berkoordinasi antarbagian, dan menjalankan prosedur pengamanan ketika situasi kontinjensi terjadi.
Kegiatan berlangsung sekitar 40 menit, mulai pukul 16.00 hingga 16.40 WIB, dipimpin langsung Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. dan diikuti Wakapolres, para pejabat utama, perwira serta seluruh personel Polres Ciamis.
Dalam simulasi, Kapolres bersama jajaran pejabat utama melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan anggota. Skenario yang digunakan berupa ancaman gangguan kamtibmas yang berpotensi masuk ke lingkungan Mapolres.
Personel diuji untuk merespons secara cepat sekaligus menjalankan langkah pengamanan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Koordinasi antaranggota dan antarfungsi juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam latihan tersebut.
Bukan Menunggu Keadaan Darurat
Bagi kepolisian, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dibicarakan ketika gangguan keamanan sudah terjadi. Kemampuan menghadapi situasi darurat perlu dilatih agar personel memahami tugas dan tindakan yang harus dilakukan.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengatakan simulasi alarm stelling menjadi bagian dari pembinaan sekaligus evaluasi kesiapan personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman keamanan.
“Simulasi ini dilaksanakan untuk mengukur dan meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam merespons setiap potensi ancaman atau gangguan keamanan.”
Menurutnya, latihan yang dilakukan secara rutin dan terukur diharapkan membuat personel mampu mengambil tindakan secara cepat, tepat dan profesional sesuai standar operasional yang berlaku.
Menguji Koordinasi, Bukan Sekadar Kecepatan
Simulasi juga menjadi ruang untuk melihat bagaimana sistem pengamanan internal berjalan ketika seluruh personel harus bergerak dalam waktu bersamaan.
Kecepatan respons menjadi salah satu aspek penting, tetapi koordinasi juga menentukan efektivitas penanganan. Setiap fungsi dituntut memahami peran masing-masing agar langkah pengamanan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Polres Ciamis untuk melihat bagian-bagian yang masih perlu diperkuat dalam menghadapi situasi kontinjensi.
Bagi masyarakat, kesiapsiagaan semacam ini memiliki arti penting karena tugas kepolisian bukan hanya menangani gangguan setelah terjadi, tetapi juga melakukan langkah pencegahan dan memastikan kemampuan personel tetap terjaga.
Warga Berharap Polisi Selalu Siap
Kesiapan aparat menjadi salah satu hal yang diharapkan masyarakat ketika menghadapi keadaan yang tidak terduga. Karena itu, latihan seperti alarm stelling dinilai penting agar personel tidak kehilangan waktu ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat.
“Kalau polisi rutin berlatih, kami tentu berharap ketika ada kejadian yang membutuhkan penanganan cepat, mereka sudah mengetahui apa yang harus dilakukan,” ujar salah seorang warga Ciamis.
Harapan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kesiapsiagaan aparat tidak hanya berkaitan dengan keamanan markas kepolisian, tetapi juga dengan kemampuan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Simulasi Alarm Stelling Tingkat Polres Ciamis pun berakhir setelah seluruh rangkaian latihan dilaksanakan. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar.
Di balik latihan yang berlangsung singkat itu, ada satu pesan yang hendak dipastikan: ketika situasi darurat benar-benar datang, personel tidak boleh baru belajar untuk bersiap.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi









Komentar