Saat Air Menjadi Barang Berharga, 10.000 Liter Bantuan Mengalir ke Warga Sidarahayu

Min.co.id | Ciamis – Di tengah musim kemarau, air bersih bukan lagi sekadar kebutuhan sehari-hari bagi sebagian warga Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis. Ketika persediaan air mulai sulit diperoleh, kedatangan satu kendaraan tangki pada Kamis (27/8/2026) menjadi kabar yang ditunggu warga.

Sebanyak 10.000 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Bantuan tersebut berasal dari BPBD Kabupaten Ciamis dan disalurkan dengan melibatkan Polsek Lakbok bersama pemerintah setempat.

Kapolsek Lakbok IPTU Tri Widiyanto bersama personelnya turun langsung dalam kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB tersebut.

Bantuan diberikan kepada 916 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tiga dusun di Desa Sidarahayu.

Di Dusun Manganti, bantuan menyasar warga RT 01, 02 dan 03 RW 01 sebanyak 251 KK. Kemudian Dusun Talangbanteng, RT 13, 14 dan 15 RW 02, sebanyak 197 KK.

Sementara jumlah terbesar berada di Dusun Pasungsari. Bantuan ditujukan kepada warga RT 22, 23, 24, 27, 28, 29 dan 30 RW 03 dengan total 496 KK.

Bagi warga yang sedang menghadapi keterbatasan air, bantuan tersebut bukan sekadar angka dalam catatan distribusi. Air dibutuhkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar rumah tangga yang selama ini bergantung pada ketersediaan sumber air di lingkungan mereka.

Salah seorang warga penerima bantuan mengaku bersyukur atas penyaluran tersebut.

“Bantuan air bersih ini sangat membantu kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami berterima kasih kepada kepolisian dan BPBD yang sudah cepat merespons kondisi warga,” ujarnya.

Kapolsek Lakbok IPTU Tri Widiyanto mengatakan keterlibatan kepolisian dalam penyaluran air merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan.

“Polri akan terus hadir di tengah masyarakat dan berupaya memberikan pelayanan terbaik, termasuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk respons cepat atas keluhan warga Desa Sidarahayu yang mengalami kesulitan air akibat kekeringan,” katanya.

Menurut Tri, penanganan kekeringan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Koordinasi antara kepolisian, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat diperlukan agar bantuan dapat segera sampai kepada warga yang membutuhkan.

Kapolsek juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengapresiasi sinergitas seluruh pihak yang terlibat. Kepolisian akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait apabila terdapat masyarakat yang membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Kegiatan itu turut melibatkan Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ciamis beserta anggota, Kasi Trantib Kecamatan Purwadadi, Kepala Desa Sidarahayu serta para kepala dusun di wilayah yang terdampak.

Penyaluran 10.000 liter air kepada ratusan keluarga memperlihatkan bagaimana persoalan kekeringan dapat langsung menyentuh kehidupan rumah tangga.

Di saat sumber air semakin terbatas, bantuan tangki menjadi salah satu cara sementara untuk memenuhi kebutuhan warga sambil menunggu kondisi kembali normal.

Karena itu, persoalan kekeringan bukan hanya tentang berapa banyak air yang didistribusikan, tetapi juga bagaimana bantuan dapat diberikan secara tepat kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Di Sidarahayu, satu kendaraan tangki membawa 10.000 liter air. Bagi pemerintah dan petugas, itu adalah bagian dari penanganan dampak kekeringan. Namun bagi warga yang sedang kesulitan mendapatkan air, kedatangannya memiliki arti yang jauh lebih sederhana: ada air untuk digunakan hari ini.

Penyaluran berlangsung aman, tertib dan lancar.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi

Komentar

News Feed