Min.co.id | Indramayu – Pergantian pimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu bukan sekadar pergantian nama di kursi kepemimpinan. Di balik prosesi tersebut terdapat tanggung jawab untuk memastikan pelayanan, pembinaan dan pemenuhan hak warga binaan tetap berjalan tanpa terputus.
Estafet itu resmi berpindah dari Fery Berthoni kepada Aramichi Renggalih dalam agenda pisah sambut yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIB Indramayu, Senin (24/8/2026). Pergantian turut diikuti jajaran pejabat struktural di lingkungan Lapas Kelas IIB Indramayu.
Bagi Fery, momen tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian di Indramayu. Sementara bagi Aramichi, kegiatan yang sama menjadi awal dari tanggung jawab baru untuk melanjutkan pekerjaan yang telah berjalan sekaligus menghadapi tantangan pemasyarakatan ke depan.
Mewakili Bupati Indramayu, Wakil Bupati Syaefudin menyampaikan apresiasi atas pengabdian Fery Berthoni selama memimpin Lapas Kelas IIB Indramayu.
Ia sekaligus menyambut Aramichi Renggalih yang dipercaya melanjutkan kepemimpinan di lembaga pemasyarakatan tersebut.
“Setiap amanah memiliki masa dan tanggung jawabnya. Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Fery atas dedikasinya selama memimpin Lapas Kelas IIB Indramayu. Kepada Pak Aramichi, kami mengucapkan selamat datang dan selamat menjalankan amanah baru di Kabupaten Indramayu,” ujar Syaefudin.
Menurutnya, hubungan antara pemerintah daerah dan Lapas perlu terus dijaga, terutama dalam mendukung pembinaan serta pemberdayaan warga binaan.
“Kolaborasi harus terus dibangun karena tugas pemasyarakatan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga. Pemerintah daerah siap mendukung berbagai upaya yang berkaitan dengan pembinaan dan pemberdayaan warga binaan,” katanya.
Pesan tersebut menempatkan warga binaan sebagai bagian penting dari proses pemasyarakatan. Pembinaan tidak berhenti pada pelaksanaan hukuman, tetapi juga menyangkut bagaimana seseorang dipersiapkan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Menutup masa tugasnya di Indramayu, Fery Berthoni menyampaikan terima kasih kepada jajaran Lapas dan berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan.
Ia berharap berbagai program pembinaan dan kerja sama yang telah berjalan tidak berhenti bersamaan dengan pergantian pimpinan.
“Selama menjalankan amanah di Indramayu, saya mendapatkan banyak dukungan dari seluruh jajaran dan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Indramayu. Saya berharap sinergi dan program pembinaan yang sudah berjalan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan,” ungkap Fery.
Kepada jajaran Lapas, Fery juga menitipkan pesan agar kekompakan, integritas dan profesionalitas tetap menjadi pegangan dalam menjalankan tugas.
“Terus jaga kekompakan, integritas, dan berikan pelayanan terbaik. Apa yang sudah baik agar dipertahankan dan yang masih perlu diperbaiki agar terus ditingkatkan,” katanya.
Pesan tersebut menjadi bagian dari kesinambungan organisasi: pergantian pimpinan boleh terjadi, tetapi standar pelayanan dan tanggung jawab terhadap warga binaan harus tetap berjalan.
Bagi Aramichi Renggalih, jabatan baru tersebut bukan hanya sebuah posisi, melainkan amanah yang harus dijalankan bersama seluruh jajaran.
Ia menyatakan akan melanjutkan berbagai hal positif yang telah dibangun pimpinan sebelumnya sembari melakukan penguatan di sejumlah bidang.
“Ini merupakan amanah yang harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Saya akan melanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun oleh pimpinan sebelumnya dan bersama seluruh jajaran melakukan penguatan, baik dalam pembinaan, pelayanan maupun pemenuhan hak warga binaan,” ujarnya.
Aramichi juga melihat hubungan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sebagai bagian penting dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.
“Kami membutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak. Lapas tidak dapat bekerja sendiri,” katanya.
Menurutnya, komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu maupun pihak lain akan terus dibangun untuk mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Pergantian pimpinan pada akhirnya bukanlah garis akhir dari sebuah program, melainkan awal dari tanggung jawab baru.
Bagi Lapas Kelas IIB Indramayu, tantangannya adalah memastikan perubahan kepemimpinan tidak mengganggu pelayanan kepada warga binaan. Pembinaan, pemenuhan hak, kedisiplinan petugas serta kerja sama dengan berbagai pihak harus tetap berjalan.
Sementara bagi Aramichi, keberhasilan kepemimpinan tidak hanya akan terlihat dari agenda dan program yang dibuat, tetapi juga dari bagaimana jajaran Lapas mampu menjaga integritas dan memberikan pelayanan yang profesional.
Di Aula Lapas Kelas IIB Indramayu, estafet itu telah berpindah tangan. Fery membawa pengalaman dari masa pengabdiannya, sementara Aramichi memulai lembar baru.
Kini, masyarakat akan menunggu bagaimana amanah tersebut diterjemahkan menjadi pelayanan, pembinaan dan perubahan yang benar-benar dirasakan.
Penulis: Redaksi
Editor:Redaksi Min.co.id
Sumber: Diskominfo Indramayu,Diolah Redaksi








Komentar