Min.co.id | Jakarta – Di rumah sakit, perhatian biasanya tertuju pada pasien, ruang perawatan, dan kesibukan tenaga kesehatan. Namun pada Senin pagi, 17 Agustus 2026, suasana di RSUP Persahabatan berubah sejenak.
Lapangan Gedung Respirasi Ibu dan Anak menjadi tempat berkumpulnya civitas hospitalia untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Para pegawai yang sehari-hari bekerja dengan ritme pelayanan kesehatan berdiri dalam satu barisan, mengikuti pengibaran Sang Merah Putih dengan suasana khidmat.
Upacara tersebut mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” dan dipimpin Direktur Utama RSUP Persahabatan, Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), MHPM, FISR, FAPSR, sebagai inspektur upacara.
Sejenak Meninggalkan Rutinitas Pelayanan
Di tengah kesibukan rumah sakit yang tidak mengenal hari libur, peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan bagi para pegawai untuk berkumpul dalam suasana berbeda.
Komandan upacara dipercayakan kepada dr. Royen Edison dari Instalasi Kedokteran Forensik dan Pemulasaran Jenazah.
Sementara tugas pengibaran bendera dijalankan oleh Ricard Manoto Simamora, A.Md. dari Instalasi Sistem Informasi dan Manajemen Rumah Sakit, dr. Duma Erica Maya Franceline dari Departemen Uronefrologi, serta Kristian dari Tim Kerja Tata Usaha dan Rumah Tangga.
Teks Pancasila dibacakan dr. Rachma Novita, sedangkan teks UUD 1945 dibacakan dr. Agnes Maria Magdalena. Doa dipimpin Fadil, S.A.P. dari Komite Mutu dan Keselamatan.
Adapun jalannya acara dipandu dr. Putri Wahyu Dwi Utami dari Departemen Medik.
Rangkaian upacara berlangsung tertib. Kesibukan sebagai tenaga kesehatan dan pendukung pelayanan untuk sementara berpadu dengan suasana peringatan hari kemerdekaan.
Setelah Upacara, Suasana Berubah Meriah
Jika pagi itu lapangan dipenuhi sikap tegap dan penghormatan kepada Merah Putih, suasana berubah lebih cair setelah upacara selesai.
Sejumlah perlombaan digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 RI. Para karyawan RSUP Persahabatan mengikuti berbagai permainan, antara lain lomba kelereng, balap karung, tarik tambang, hingga memasukkan bola ke dalam nampan.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Utama RSUP Persahabatan, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Panitia HUT ke-63 RSUP Persahabatan, dr. Rezky Achmad Isdyanta, Sp.KFR.Ger(K).
Perlombaan menjadi ruang bagi para pegawai untuk berinteraksi di luar rutinitas pekerjaan. Ada yang harus berkonsentrasi menjaga kelereng agar tidak jatuh, ada yang beradu cepat dalam balap karung, sementara tarik tambang mempertemukan kekuatan dan kekompakan dalam satu tim.
Di balik kesederhanaan permainan tersebut, muncul sisi lain kehidupan para pekerja rumah sakit yang sehari-hari dituntut serius dalam menjalankan tugas.
Kemerdekaan dan Pengabdian Berjalan Bersama
Peringatan kemerdekaan di RSUP Persahabatan akhirnya tidak berhenti pada upacara.
Bagi civitas hospitalia, semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan melalui pekerjaan yang mereka jalankan setiap hari: memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjaga keselamatan pasien, bekerja secara profesional, serta membangun kerja sama di antara sesama.
Perlombaan menjadi selingan yang mempertemukan mereka dalam suasana yang lebih santai. Sementara upacara menjadi pengingat bahwa setiap profesi memiliki peran dalam kehidupan berbangsa.
Dari lapangan Gedung Respirasi Ibu dan Anak, pesan kemerdekaan itu terasa sederhana tetapi dekat dengan keseharian: melayani dengan sungguh-sungguh, bekerja bersama, dan menjaga semangat kebangsaan di tengah tugas masing-masing.
Peringatan HUT ke-81 RI di RSUP Persahabatan pun menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan civitas hospitalia sekaligus mendorong komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sebab bagi mereka yang bekerja di rumah sakit, mengisi kemerdekaan bukan hanya tentang berdiri ketika Merah Putih dikibarkan. Setelah upacara selesai, perjuangan kembali berlanjut melalui tugas dan pelayanan kepada sesama.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Hukmas RSUP Persahabatan,diolah redaksi









Komentar