Min.co.id | Jakarta – Kesempatan memasuki dunia kerja tak selalu dimulai dari ruang wawancara. Bagi ribuan lulusan perguruan tinggi, Program Pemagangan Nasional (PPN) Angkatan II Batch 1 Tahun 2026 menjadi jembatan untuk mengasah kompetensi sekaligus mengenal dunia industri secara langsung. Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga mengajak perusahaan terus meningkatkan kualitas agar semakin banyak yang dapat menjadi mitra penyelenggara program tersebut.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi mendaftarkan diri sebagai calon mitra penyelenggara Program Pemagangan Nasional (PPN) Angkatan II Batch 1 Tahun 2026.
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi faktor penting dalam memperluas akses pemagangan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi dalam Program Pemagangan Nasional Angkatan II Batch 1 Tahun 2026,” ujar Darmawansyah melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (16/7/2026).
Darmawansyah menjelaskan, perusahaan yang menerima notifikasi “Penyelenggara Dalam Proses Verifikasi” belum dinyatakan lolos sebagai mitra penyelenggara pada batch pertama. Namun, perusahaan tersebut akan secara otomatis mengikuti proses verifikasi dan seleksi pada batch berikutnya yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Sementara itu, perusahaan yang memperoleh notifikasi “Penyelenggara Ditolak” juga belum dapat menjadi mitra penyelenggara pada batch ini. Untuk mengikuti seleksi berikutnya, perusahaan diwajibkan melakukan pendaftaran ulang.
Agar peluang lolos semakin besar, Kemnaker mengimbau perusahaan memperhatikan sejumlah persyaratan penting. Salah satunya memastikan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) telah lengkap dan diperbarui, termasuk profil perusahaan, jumlah tenaga kerja, data pegawai, serta memastikan operator dan mentor perusahaan telah terdaftar dalam sistem.
Selain itu, perusahaan juga diminta menyusun lowongan magang yang relevan dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi. Lowongan yang hanya bersifat pekerjaan operator atau tidak mendukung pengembangan kompetensi peserta berpotensi tidak lolos proses verifikasi.
Kurikulum pemagangan juga menjadi perhatian utama. Menurut Darmawansyah, kurikulum yang jelas, terstruktur, dan sesuai dengan posisi magang akan mempermudah proses penilaian serta meningkatkan kualitas pembelajaran peserta.
“Kurikulum yang jelas dan sesuai dengan posisi magang akan mempermudah proses verifikasi,” katanya.
Di sisi lain, kabar baik juga datang bagi para pencari kerja lulusan perguruan tinggi. Mulai Kamis (16/7/2026), calon peserta Program Pemagangan Nasional Angkatan II Batch 1 Tahun 2026 sudah dapat memilih dan mendaftar pada berbagai lowongan magang yang disediakan perusahaan mitra yang telah dinyatakan lolos verifikasi.
Darmawansyah berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para lulusan untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan dunia industri.
“Kami mengajak para lulusan perguruan tinggi untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan memilih lowongan magang yang sesuai dengan minat dan kompetensinya,” tuturnya.
Melalui Program Pemagangan Nasional, Kemnaker berharap tercipta hubungan yang semakin erat antara dunia pendidikan dan dunia industri, sehingga lulusan perguruan tinggi memiliki pengalaman kerja yang lebih siap menghadapi persaingan pasar tenaga kerja.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Diolah Redaksi










Komentar