Dari Kandang Sederhana di Terisi, Akhmad Zaenudin Bangun Harapan Lewat Ayam Kampung Unggul

Min.co.id | Indramayu – Di sebuah kandang sederhana di samping rumahnya di Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, suara anak-anak ayam yang baru menetas menjadi pertanda lahirnya harapan baru. Selama delapan bulan terakhir, H. Akhmad Zaenudin menekuni usaha peternakan ayam kampung unggul yang kini mulai membuahkan hasil. Dari tempat itu, telur, bibit ayam, hingga ayam pulet telah dipasarkan ke berbagai daerah di luar Kabupaten Indramayu.

Usaha yang dirintis H. Akhmad berfokus pada produksi telur konsumsi, telur fertil, Day Old Chick (DOC), serta ayam pulet. Meski tergolong baru, peternakan tersebut perlahan berkembang berkat ketelatenan dalam menjaga kualitas bibit dan kesehatan ternak.

Di kandangnya, H. Akhmad membudidayakan tiga jenis ayam kampung unggul, yakni KUB, Elba, dan Kuntara. Ketiga varietas tersebut dipilih karena memiliki produktivitas yang baik serta permintaan pasar yang terus meningkat.

“Saya memang lebih fokus pada pembibitan dan produksi telur. Permintaan DOC, ayam pulet, maupun telur fertil cukup bagus. Pembelinya juga bukan hanya dari Indramayu,” ujar H. Akhmad saat ditemui di peternakannya.

Untuk menghasilkan bibit yang berkualitas, ia menerapkan sistem perkawinan koloni dengan perbandingan satu ekor pejantan dan lima ekor induk betina. Telur yang dihasilkan kemudian dimasukkan ke mesin penetas sebelum dilakukan pemeriksaan tingkat kesuburan menggunakan metode peneropongan cahaya.

“Telur yang fertil kami lanjutkan sampai menetas. Kalau yang tidak fertil dipisahkan, sehingga kualitas DOC yang dihasilkan tetap terjaga,” jelasnya.

Selain menjaga kualitas bibit, kebersihan kandang menjadi perhatian utama. H. Akhmad secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan setiap satu minggu sekali sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit unggas, termasuk flu burung.

“Kebersihan kandang harus dijaga. Saya rutin menyemprot disinfektan supaya ayam tetap sehat dan risiko penyakit bisa ditekan,” tuturnya.

Di tengah perkembangan teknologi digital, H. Akhmad juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Melalui Facebook, ia berhasil menjangkau konsumen dari berbagai daerah, bahkan membangun jaringan pelanggan tetap.

“Banyak pembeli yang memilih ayam pulet karena tinggal dipelihara sebentar sudah siap bertelur. Dari Facebook, pembeli datang dari Cirebon, Tegal, bahkan ada yang menjadi pelanggan tetap seperti Universitas Muhammadiyah Cirebon,” ungkapnya.

Baginya, usaha peternakan bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga membangun peluang ekonomi yang berkelanjutan. Setiap telur yang menetas menjadi DOC membawa harapan baru, baik bagi dirinya maupun para peternak yang mempercayakan kebutuhan bibit kepadanya.

Meski baru berjalan sekitar delapan bulan, H. Akhmad optimistis usaha peternakan ayam kampung unggul masih memiliki prospek yang cerah. Ia berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, tertarik mengembangkan usaha peternakan sebagai salah satu sektor yang mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Penulis: Ade Nur
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Wawancara langsung dengan H. Akhmad Zaenudin, pemilik peternakan ayam kampung unggul di Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Komentar

News Feed