Min.co.id | Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggelar talkshow dan dialog interaktif bertajuk “Pencegahan HIV/AIDS di Lingkungan Kerja dan Keluarga” sebagai upaya membangun lingkungan kerja yang sehat, aman, dan inklusif bagi seluruh pekerja beserta keluarganya.
Kegiatan berlangsung secara hybrid. Acara luring digelar di Aula Lantai 2 Kantor Daop 7 Madiun, sementara jajaran insan KAI di seluruh wilayah kerja Daop 7 mengikuti kegiatan secara daring.
Talkshow dibuka oleh Deputy Vice President KAI Daop 7 Madiun, Alam Prasetyo, didampingi Manager Kesehatan Daop 7 Madiun. Kegiatan ini menghadirkan Ketua LSM Bambu Nusantara, drh. Titik Sugianti, sebagai narasumber utama.
Dalam sambutannya, Alam Prasetyo mengungkapkan bahwa berdasarkan data nasional, Provinsi Jawa Timur menempati peringkat ketiga kasus HIV/AIDS di Indonesia. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama, mengingat mayoritas pekerja KAI berada pada usia produktif yang membutuhkan pemahaman mengenai pencegahan penyakit tersebut.
“Kami mengimbau seluruh insan KAI Daop 7 untuk menjaga pergaulan, menerapkan pola hidup sehat, serta melindungi keluarga dari berbagai risiko penularan. Kesehatan pekerja merupakan aset utama perusahaan,” ujar Alam.
Pada sesi materi, drh. Titik Sugianti menjelaskan berbagai aspek mengenai HIV/AIDS, mulai dari cara penularan yang benar, langkah pencegahan, hingga pentingnya deteksi dini. Para peserta juga memperoleh kesempatan mendengarkan pengalaman hidup seorang Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), sehingga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus menumbuhkan empati serta menghilangkan stigma terhadap penyintas.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kesehatan pekerja memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan layanan transportasi kereta api. Menurutnya, sebagai penyedia jasa transportasi publik, KAI sangat bergantung pada kondisi fisik dan produktivitas sumber daya manusia.
Ia menjelaskan, apabila pekerja yang bertugas di bidang operasional maupun pelayanan publik mengalami penyakit kronis tanpa penanganan yang tepat, hal tersebut berpotensi menurunkan produktivitas, meningkatkan tingkat absensi, hingga berdampak pada kualitas pelayanan dan keselamatan perjalanan kereta api.
Karena itu, edukasi mengenai HIV/AIDS menjadi langkah preventif agar seluruh pekerja, mulai dari masinis, kru operasional, petugas stasiun, hingga staf perkantoran, tetap berada dalam kondisi sehat dan produktif. Selain itu, pemahaman yang benar juga diharapkan dapat menghapus diskriminasi terhadap ODHA serta menciptakan lingkungan kerja yang inklusif.
“Melalui edukasi ini, kami berharap seluruh pekerja KAI Daop 7 Madiun semakin memahami pentingnya pencegahan HIV/AIDS, baik di lingkungan keluarga maupun tempat kerja. Dengan begitu, tercipta ekosistem perusahaan yang sehat, bebas stigma, serta mampu mendukung pelayanan transportasi kereta api yang aman, andal, dan terpercaya bagi masyarakat,” tutup Tohari.
Penuli: Chandra
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas KAI Daop 7 Madiun









Komentar