Min.co.id | Indramayu – Mengurus surat menyurat di Kantor Desa Gabuswetan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, memiliki pengalaman yang berbeda. Di desa ini, warga tidak diminta membayar biaya administrasi, melainkan diajak mengingat kembali dasar negara dengan mengucapkan atau membacakan lima sila Pancasila sebelum dokumen mereka ditandatangani.
Kebiasaan sederhana namun sarat makna itu diterapkan langsung oleh Kuwu Gabuswetan, Abdullah Irlan, SH, sebagai bagian dari upaya menanamkan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
Menurut Abdullah Irlan, setiap warga yang datang mengurus berbagai keperluan administrasi tetap mendapatkan pelayanan secara gratis. Namun, sebelum ia membubuhkan tanda tangan pada dokumen, warga diminta menghafalkan atau membacakan Pancasila.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan sebagai bentuk edukasi agar nilai-nilai dasar negara tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Setiap pelayanan yang membutuhkan tanda tangan saya tidak dipungut biaya. Saya hanya meminta warga menghafalkan Pancasila. Kalau belum hafal tidak masalah, kami tuntun untuk membacanya. Ini sebagai pengingat bahwa kita adalah warga negara Indonesia yang memiliki dasar negara Pancasila,” ujar Abdullah Irlan.
Ia memastikan tidak ada satu pun warga yang ditolak pelayanannya hanya karena belum hafal Pancasila. Sebaliknya, perangkat desa akan mendampingi dan membimbing warga membaca sila demi sila hingga selesai, kemudian seluruh proses administrasi tetap dilayani sebagaimana mestinya.
Bagi Abdullah, cara sederhana tersebut diharapkan mampu membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan perubahan sosial, ia menilai generasi saat ini membutuhkan ruang-ruang kecil yang mampu mengingatkan kembali pentingnya Pancasila sebagai pedoman hidup.
“Kami ingin nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafal saat sekolah, tetapi tetap diingat dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat. Harapannya, rasa cinta tanah air dan semangat persatuan terus tumbuh di tengah masyarakat,” katanya.
Inovasi pelayanan publik yang dilakukan Pemerintah Desa Gabuswetan ini mendapat perhatian warga karena memadukan pelayanan administrasi dengan pendidikan karakter kebangsaan. Melalui langkah sederhana tersebut, kantor desa tidak hanya menjadi tempat mengurus dokumen, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai nasionalisme di tengah masyarakat.
Penulis: Ade Nur
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Wawancara Kuwu Desa Gabuswetan, Abdullah Irlan










Komentar