Min.co.id | Jakarta – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan tren yang semakin positif. Bagi sebagian masyarakat, perubahan tersebut bukan sekadar angka dalam hasil survei, melainkan cerminan dari harapan akan hadirnya institusi penegak hukum yang semakin profesional, humanis, dan dekat dengan rakyat.
Pemerhati Hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Hasibuan, menilai meningkatnya citra positif Polri menjadi apresiasi nyata dari masyarakat atas berbagai langkah pembenahan yang terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
“Hasil survei kinerja Polri ini akan menjadi bagian dari kado masyarakat terhadap Polri,” ujar Edi Hasibuan, Jumat (26/6/2026).
Menurut dosen Pascasarjana tersebut, meningkatnya kepercayaan publik tidak lahir begitu saja. Berbagai upaya perbaikan internal, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, penguatan profesionalisme personel, transparansi dalam bekerja, hingga pembenahan sistem penegakan hukum dinilai mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Naiknya citra positif Polri menunjukkan masyarakat mulai merasakan perubahan yang dilakukan institusi kepolisian,” katanya.
Namun demikian, Edi mengingatkan bahwa tingginya tingkat kepercayaan publik bukanlah alasan bagi Polri untuk berpuas diri. Justru sebaliknya, capaian tersebut harus dijadikan motivasi untuk terus memperkuat reformasi internal dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kita minta kepada seluruh jajaran Polri, angka kepercayaan publik yang tinggi jangan membuat Polri cepat berpuas diri. Justru harus menjadi dorongan agar reformasi internal, peningkatan integritas, pelayanan publik, dan penegakan hukum yang berkeadilan terus ditingkatkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi institusi kepolisian. Modal tersebut harus dijaga melalui konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik, penegakan hukum yang profesional, serta keterbukaan terhadap kritik dan evaluasi yang membangun.
Menurut Edi, ruang kritik yang konstruktif justru menjadi bagian penting dalam proses pembenahan institusi agar Polri semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Di tengah tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks, harapan masyarakat terhadap Polri juga semakin besar. Karena itu, momentum Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan menjadi pengingat bahwa keberhasilan institusi kepolisian tidak hanya diukur dari keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga dari seberapa besar kepercayaan masyarakat yang mampu dipertahankan.
Bagi masyarakat, Polri yang profesional, berintegritas, dan hadir dengan pendekatan humanis akan selalu menjadi institusi yang dibutuhkan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta rasa keadilan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polri,Diolah Redaksi








Komentar