Min.co.id | Bogor – Harapan Indonesia untuk menorehkan sejarah di panggung sepak bola dunia mendapat dorongan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan khusus bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026), Presiden menegaskan komitmennya terhadap pembangunan sepak bola nasional menuju target tampil di Piala Dunia 2030.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah atmosfer Piala Dunia 2026 yang saat ini menyedot perhatian masyarakat dunia. Bagi pemerintah, momentum tersebut bukan sekadar ajang hiburan olahraga, melainkan bahan refleksi sekaligus pijakan untuk menyusun strategi besar demi masa depan sepak bola Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa Presiden tetap menjalankan agenda pemerintahan dari Hambalang seiring masih berlakunya kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur negara.
“Kebetulan ini hari Jumat dan kebijakan WFH masih berlaku. Jadi Bapak Presiden berkegiatan di rumah. WFH, H-nya bisa diganti Hambalang,” ujar Prasetyo disambut senyum para wartawan.
Namun di balik candaan tersebut, tersimpan pembahasan serius mengenai masa depan Timnas Indonesia. Menurut Prasetyo, Presiden ingin memastikan pembangunan sepak bola nasional dilakukan secara sistematis, berkelanjutan, dan berorientasi pada prestasi jangka panjang.
Pemerintah mengakui bahwa harapan besar untuk melihat Indonesia tampil di Piala Dunia 2026 belum terwujud. Meski demikian, kegagalan tersebut tidak dipandang sebagai akhir perjalanan.
“Tadinya memang kita betul-betul berharap Timnas kita bisa lolos tahun ini, namun sementara masih belum. Oleh karena itu kita baru bisa ikut menikmati dan menyemarakkan pesta empat tahunan ini,” katanya.
Bagi pemerintah, Piala Dunia 2026 justru menjadi momentum evaluasi untuk menyusun langkah yang lebih matang menghadapi tantangan berikutnya. Optimisme tetap dijaga karena perkembangan sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dinilai menunjukkan arah yang positif.
Di berbagai daerah, antusiasme masyarakat terhadap sepak bola dunia tetap tinggi. Pemerintah mencatat banyak kegiatan nonton bareng yang digelar pemerintah daerah, komunitas, hingga sektor swasta.
“Kita monitor di beberapa daerah banyak inisiatif nobar yang dilakukan pemerintah daerah maupun swasta. Saya kira ini sesuatu yang sangat positif,” ujar Prasetyo.
Selain memperkuat kebersamaan masyarakat, kegiatan tersebut juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui aktivitas usaha kecil, kuliner, dan sektor jasa lainnya.
Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengaku sangat antusias menjelang pertemuan pertamanya dengan Presiden Prabowo. Pelatih asal Kanada tersebut menyebut perhatian langsung kepala negara menjadi suntikan semangat besar bagi tim yang tengah dibangunnya.
“Ya, sangat antusias. Suatu kehormatan buat saya,” kata Herdman.
Dalam kesempatan itu, Herdman secara terbuka menyampaikan target ambisius yang kini menjadi fokus utama Timnas Indonesia.
“Kami berharap dapat membawa tim ini ke World Cup pada tahun 2030. Dan kami akan membutuhkan dukungan dari semua orang,” tegasnya.
Menurut Herdman, keberhasilan menuju Piala Dunia tidak bisa hanya dibebankan kepada pemain dan pelatih. Dukungan pemerintah, federasi, kompetisi yang sehat, pembinaan usia muda, hingga dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun tim nasional yang kuat dan kompetitif.
Ia menilai perhatian langsung Presiden Prabowo menunjukkan bahwa sepak bola telah menjadi bagian dari agenda strategis pembangunan nasional.
“Saya pikir keinginannya, semangatnya, dan juga dukungannya sangat penting. Kepemimpinannya dan perhatiannya untuk Indonesia penting bagi para pemain kami untuk mengetahui bahwa pemimpin kami berada di belakang mereka,” ujarnya.
Pertemuan di Hambalang tersebut menjadi simbol lahirnya optimisme baru. Mimpi tampil di Piala Dunia yang selama puluhan tahun hanya menjadi harapan kini mulai diterjemahkan ke dalam langkah-langkah nyata melalui pembinaan, investasi, dan dukungan penuh pemerintah.
Bagi jutaan pencinta sepak bola Indonesia, target Piala Dunia 2030 bukan sekadar angka. Ia adalah simbol harapan, kerja keras, dan keyakinan bahwa suatu hari nanti Merah Putih akan berkibar di panggung sepak bola terbesar dunia.
“Mari kita seluruh rakyat Indonesia setiap menikmati pertandingan sambil berdoa dan berharap, serta menumbuhkan keyakinan bahwa suatu saat nanti Timnas Indonesia harus bisa berlaga di Piala Dunia,” tutup Prasetyo.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Infopublik, Diolah Redaksi










Komentar