Min.co.id | Sigi – Aktivitas warga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sempat dikejutkan oleh guncangan gempa bumi yang terjadi pada Jumat pagi (19/6/2026). Meski berkekuatan relatif kecil, getaran yang muncul dari kedalaman bumi tersebut kembali mengingatkan masyarakat akan tingginya aktivitas seismik di wilayah Sulawesi.
Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 08.53.21 WIB dengan magnitudo 3,3.
Pusat gempa berada pada koordinat 1,12 Lintang Selatan dan 120,03 Bujur Timur, atau sekitar 33 kilometer di timur laut Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG melalui rilis awalnya menyampaikan bahwa informasi tersebut merupakan hasil pengolahan data sementara yang masih dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang masuk dari berbagai stasiun pemantauan gempa.
“Gempa Mag:3.3, 19-Jun-2026 08:53:21 WIB, Lok:1.12 LS, 120.03 BT (33 km Timur Laut SIGI-SULTENG), Kedalaman 10 Km,” tulis BMKG dalam laporan resminya.
Meski tidak berpotensi menimbulkan kerusakan besar, gempa dangkal seperti ini kerap dapat dirasakan masyarakat yang berada di sekitar pusat gempa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.
Bagi warga Sulawesi Tengah, bunyi alarm gempa dan getaran bumi bukanlah hal yang asing. Wilayah ini berada di jalur sesar aktif yang menjadikannya salah satu kawasan dengan aktivitas tektonik cukup tinggi di Indonesia.
Peristiwa pagi itu menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tetap harus dijaga. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait.
Di balik getaran yang hanya berlangsung sesaat, tersimpan pesan penting tentang pentingnya edukasi kebencanaan dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Tbnews,Diolah Redaksi










Komentar