Sumba Barat Daya Menata Jalan Menjadi Destinasi Wisata Premium Berkelas Internasional

Min.co.id | Sumba Barat Daya – Debur ombak Pantai Pero Konda dan semangat masyarakat pesisir menjadi saksi lahirnya tekad besar Kabupaten Sumba Barat Daya untuk menembus panggung pariwisata dunia. Bertepatan dengan peringatan Hari Pariwisata Dunia, daerah yang dikenal dengan keindahan alam dan budaya autentiknya ini menegaskan komitmen menjadi destinasi wisata premium yang tangguh, lestari, dan berdaya saing global.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan yang digelar di Desa Wisata Bahari Pero Konda, sebuah kawasan yang menyimpan pesona alam laut, budaya lokal, dan keramahan masyarakat yang menjadi kekuatan utama pariwisata Sumba Barat Daya.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Program Pengabdian Alumni (PANA) LPDP Kementerian Keuangan, Pemerintah Desa Pero Konda, dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya. Hadir mewakili Menteri Pariwisata RI, Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) sekaligus Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Dwi Marhen Yono, bersama sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah pusat, daerah, hingga sektor swasta.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi seremoni peringatan Hari Pariwisata Dunia, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya kesepahaman bersama bahwa Sumba Barat Daya memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata premium yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Berbagai pihak sepakat bahwa pengembangan pariwisata daerah tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Dibutuhkan pembenahan menyeluruh mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penguatan kelembagaan, tata kelola destinasi, promosi, hingga pengelolaan event pariwisata yang berkelanjutan.

Kepala Divisi Alumni LPDP Kementerian Keuangan, Agam, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata yang dimiliki Sumba Barat Daya kepada masyarakat luas.

“Kami berharap Pero Konda semakin dikenal dunia. Selama ini banyak orang mengenal NIHI Sumba yang sudah mendunia, tetapi sebenarnya masih banyak destinasi luar biasa lainnya yang dimiliki Sumba Barat Daya dan layak menjadi perhatian wisatawan,” ujarnya.

Melalui Program PANA LPDP, sebanyak 26 alumni penerima beasiswa negara diterjunkan untuk mengabdi selama enam bulan di empat desa di Sumba Barat Daya. Mereka membantu masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas yang berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Sementara itu, Dwi Marhen Yono memberikan apresiasi terhadap sinergi yang dibangun antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak dalam memajukan sektor pariwisata.

Menurutnya, keberhasilan sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dan seluruh elemen daerah dalam menciptakan pengalaman terbaik bagi wisatawan.

“Kegiatan ini menghadirkan energi baru bagi pelaku pariwisata, desa wisata, dan seluruh unsur pentahelix untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik sehingga wisatawan merasa nyaman dan bahagia saat berkunjung,” katanya.

Dari sisi pemerintah daerah, Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Rangga Kaka, menyampaikan optimisme bahwa sektor pariwisata dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat apabila dikembangkan secara berkualitas dan berkelanjutan.

Ia berharap pembangunan pariwisata tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, serta memperkuat identitas budaya masyarakat Sumba Barat Daya.

Di tengah dominasi destinasi wisata besar seperti Bali dan Labuan Bajo, Sumba Barat Daya kini perlahan menyiapkan diri untuk tampil sebagai bintang baru pariwisata Indonesia. Dengan keindahan alam yang masih alami, budaya yang tetap terjaga, serta dukungan berbagai pihak, Pero Konda dan wilayah sekitarnya sedang menata langkah menuju masa depan yang lebih cerah.

Dari sebuah desa pesisir di ujung timur Indonesia, harapan itu kini mulai berlayar. Bukan hanya untuk memperkenalkan Sumba Barat Daya kepada dunia, tetapi juga untuk memastikan bahwa kemajuan pariwisata mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini menjadi penjaga warisan alam dan budaya daerahnya.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Tribratanews, Diolah Redaksi

Komentar

News Feed