Min.co.id | Teluk Wondama – Di balik sunyinya pos penjagaan di wilayah pedalaman Papua Barat, semangat pengabdian para prajurit TNI terus menyala. Untuk memastikan semangat itu tetap terjaga, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto, turun langsung mengunjungi Pos Goro Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 410/Alugoro di Kabupaten Teluk Wondama, Kamis (11/6/2026).
Kedatangan Pangdam disambut penuh antusias oleh para prajurit yang selama ini bertugas menjaga stabilitas keamanan dan membangun kedekatan dengan masyarakat di wilayah penugasan. Dalam kunjungan tersebut, Pangdam didampingi Danrem 182/JO Kolonel Inf Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han., Bupati Teluk Wondama Elysa Auri, S.E., M.M., Asrendam XVIII/Kasuari Kolonel Arh Fariz Kurniawan, S.S.T., M.T., Aslogdam XVIII/Kasuari Kolonel Czi Hendro Edi Busono, serta Kapolres Teluk Wondama AKBP Bayu Dewastu, S.I.K.
Bagi para prajurit yang bertugas jauh dari keluarga, kehadiran pimpinan di garis depan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk perhatian dan penghargaan atas dedikasi mereka menjaga kedaulatan negara.
Dalam kesempatan itu, Mayjen TNI Christian Kurnianto meninjau langsung kondisi pos, fasilitas pendukung, serta kesiapan personel. Ia juga berdialog dengan anggota satgas, mendengarkan berbagai dinamika di lapangan, sekaligus memberikan motivasi agar tetap menjaga semangat, disiplin, dan profesionalisme selama menjalankan tugas.
Pangdam menegaskan bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam menjaga keamanan wilayah. Ia mengingatkan seluruh personel agar selalu mematuhi prosedur yang berlaku, termasuk tidak meninggalkan pos tanpa izin dari komandan pos dan melaksanakan patroli keamanan secara rutin serta terukur.
“Setiap prajurit harus menjaga disiplin dan meningkatkan kewaspadaan. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, karena kehadiran kalian di sini bukan hanya menjaga wilayah, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat kepada TNI,” pesan Pangdam di hadapan para prajurit.
Suasana hangat semakin terasa ketika Pangdam menyerahkan tali asih kepada personel Satgas Pamtas. Bantuan tersebut menjadi simbol apresiasi dan dukungan moril atas pengabdian mereka yang rela bertugas di daerah terpencil demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tak hanya menekankan aspek keamanan, Pangdam juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi dan hubungan harmonis dengan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan tugas satgas tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga dari sejauh mana prajurit mampu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Ia mengajak seluruh personel untuk terus memperkuat sinergi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah. Dengan komunikasi yang baik, kemanunggalan TNI dan rakyat diyakini akan menjadi benteng utama dalam menjaga kedamaian dan kondusivitas di Teluk Wondama.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bukti bahwa di tengah tantangan medan tugas yang berat, perhatian dan dukungan terhadap prajurit di garis depan tetap menjadi prioritas. Bagi mereka, setiap langkah pengabdian bukan hanya tentang menjaga batas wilayah, tetapi juga merawat harapan dan rasa aman bagi masyarakat Papua Barat.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Pendam XVIII/Kasuari – Diolah Redaksi










Komentar