Babinsa Dampingi Program Rutilahu, Sentuhan Gotong Royong Hadirkan Asa bagi Warga Campurdarat

Min.co.id | Tulungagung – Di sebuah sudut Desa Wates, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, senyum haru mulai terpancar dari wajah Ibu Maratus.

Rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat berteduh keluarganya kini hampir rampung direnovasi melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Di balik proses pembangunan itu, ada tangan-tangan tulus yang bekerja, salah satunya datang dari sosok Babinsa yang setia mendampingi hingga tahap akhir.

Anggota Koramil Tipe B 0807/09 Campurdarat, Serka Subakri, tampak hadir di lokasi pembangunan pada Jumat (12/6/2026), memantau langsung proses pengecatan dinding yang menandai tahap finishing rumah tersebut. Kehadirannya bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan juga memberi semangat dan motivasi kepada warga serta para pekerja agar proses pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu.

Bagi Serka Subakri, program Rutilahu bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan masa depan keluarga yang membutuhkan tempat tinggal yang layak.

“Pendampingan yang kami lakukan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat. Alhamdulillah saat ini pengerjaan rumah Ibu Maratus sudah memasuki tahap finishing pengecatan dinding. Ini menunjukkan progres yang sangat baik dan tidak lama lagi rumah dapat segera ditempati dengan nyaman,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan program Rutilahu tidak lepas dari kuatnya sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat yang terus menjaga budaya gotong royong. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan manusiawi bagi warga kurang mampu.

Di tengah kesibukan pembangunan, kehadiran Babinsa juga memberikan rasa tenang bagi keluarga penerima bantuan. Bagi Ibu Maratus, rumah baru itu bukan hanya bangunan fisik, melainkan simbol perjuangan dan kepedulian banyak pihak yang hadir di saat dibutuhkan.

Serka Subakri berharap, setelah seluruh pekerjaan selesai, rumah tersebut dapat menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga Ibu Maratus.

“Kami berharap setelah rumah ini selesai, Ibu Maratus beserta keluarga dapat tinggal dengan lebih aman, nyaman, dan sehat. Semoga rumah yang baru ini menjadi tempat yang membawa kebahagiaan, ketenangan, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga,” tambahnya.

Program Rutilahu sendiri menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pendampingan langsung dari Babinsa di lapangan, setiap proses pembangunan dapat dipastikan berjalan optimal, tepat sasaran, dan benar-benar memberi manfaat bagi warga yang membutuhkan.

Di balik warna cat yang mulai menghiasi dinding rumah itu, tersimpan cerita tentang kepedulian, gotong royong, dan harapan. Sebab, bagi sebagian orang, rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga tempat tumbuhnya mimpi dan masa depan yang lebih baik.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Pendim 0807/Tulungagung – Diolah Redaksi

Komentar

News Feed