Min.co.id | Ciamis – Denting musik ronggeng dan riuh warga biasanya menjadi penanda sebuah hajatan sedang berlangsung. Namun di tengah keramaian itu, ada satu hal yang tak boleh luput: keamanan. Sebab ketika banyak orang berkumpul dalam satu tempat, persoalan kecil sekalipun bisa berubah menjadi gangguan apabila tidak diantisipasi sejak awal.
Suasana itulah yang ditemui personel Polsek Lakbok saat menyambangi hajatan pernikahan warga di Dusun Neglasari RT 006 RW 004, Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Rabu (2/9/2026).
Kanit Binmas Polsek Lakbok Aipda Wiwit Ristanto, S.H., bersama Babinsa Koptu Sugeng hadir bukan untuk menghentikan kemeriahan hajatan, melainkan memastikan kegiatan warga tersebut berlangsung tertib sekaligus membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat.
Mulai sekitar pukul 13.00 WIB hingga selesai, keduanya berbaur dengan masyarakat yang tengah menikmati hiburan seni tradisional ronggeng. Di sela kegiatan, personel menyampaikan sejumlah pesan keamanan dan mengajak warga ikut menjaga ketertiban.
Hajatan merupakan bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Warga berkumpul, bersilaturahmi, dan menikmati hiburan bersama. Tetapi kerumunan juga membutuhkan kewaspadaan agar kegiatan tidak berubah menjadi persoalan.
Karena itu, komunikasi menjadi salah satu pendekatan yang dilakukan Polsek Lakbok.
Kapolsek Lakbok Polres Ciamis IPTU Tri Widiyanto mengatakan kehadiran personel dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari pelayanan dan upaya memberikan rasa aman.
Menurutnya, kegiatan yang melibatkan banyak warga membutuhkan koordinasi antara kepolisian, pemerintah desa, TNI, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta masyarakat.
“Kami terus mendorong personel untuk hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi dan mengedepankan langkah preventif. Sinergitas seluruh unsur sangat diperlukan untuk menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujar Tri.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, atau pihak kepolisian apabila menemukan persoalan, sekecil apa pun, sehingga dapat dicegah sebelum berkembang.
Pendekatan yang dilakukan personel Polsek Lakbok dalam kegiatan tersebut bukan semata-mata pengamanan secara fisik. Lebih jauh, polisi berupaya membangun komunikasi dengan warga.
Tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan pemerintah desa diajak mengambil peran dalam menjaga lingkungan. Mereka dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan warga dan dapat menjadi penghubung ketika muncul persoalan.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak mengambil tindakan sendiri apabila menghadapi masalah. Persoalan yang muncul di lapangan diharapkan segera disampaikan kepada Bhabinkamtibmas atau Babinsa untuk dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Pesannya sederhana: jangan biarkan persoalan kecil tumbuh menjadi konflik besar.
Selain persoalan keamanan secara langsung, polisi juga mengingatkan warga mengenai bahaya informasi yang belum terverifikasi.
Masyarakat diminta tidak mudah percaya atau menyebarkan berita yang belum jelas sumbernya. Hoaks, ujaran kebencian, dan isu provokatif dinilai berpotensi menimbulkan keresahan bahkan memicu perselisihan di lingkungan.
Warga diharapkan melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum meneruskan informasi, terutama informasi yang dapat memengaruhi situasi keamanan.
Di tengah masyarakat yang semakin cepat menerima informasi melalui berbagai saluran, kehati-hatian menjadi bagian dari menjaga ketertiban.
Kehadiran polisi dan Babinsa di tengah hajatan mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Warga merasa lebih tenang karena dapat berkomunikasi langsung dengan aparat sekaligus menyampaikan informasi mengenai kondisi lingkungan.
Seorang warga mengatakan kehadiran personel kepolisian dan Babinsa memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang mengikuti hajatan. Komunikasi langsung dengan petugas juga dinilai memudahkan warga ketika ingin menyampaikan persoalan atau informasi yang berkembang di lingkungan.
Bagi warga, kehadiran aparat di tengah keramaian bukan sekadar soal penjagaan. Ada rasa tenang ketika mengetahui bahwa jika sesuatu terjadi, ada pihak yang dapat segera diajak berkoordinasi.
Polsek Lakbok pun mengajak masyarakat mempertahankan budaya gotong royong dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan. Warga diminta tidak ragu menghubungi Bhabinkamtibmas, Babinsa, maupun Polsek Lakbok apabila terjadi gangguan kamtibmas atau membutuhkan bantuan.
Hajatan di Dusun Neglasari akhirnya tetap berjalan dengan suasana aman, lancar, dan kondusif.
Di tengah suara ronggeng dan tawa warga, pesan keamanan justru disampaikan dengan cara yang sederhana hadir, berkomunikasi, saling peduli, dan menyelesaikan persoalan sebelum berubah menjadi masalah.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis, Diolah Redaksi










Komentar