Min.co.id | Indramayu – Ada suasana berbeda dalam pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu kali ini. Jika biasanya pertemuan diisi dengan agenda organisasi, kali ini para anggota justru larut dalam aktivitas membatik di Gallery Batik Senang Hati, Kecamatan Sindang, Kamis (11/6/2026).
Di atas selembar kain putih, tangan-tangan para anggota DWP dengan penuh kesabaran mulai menorehkan canting dan malam, menciptakan motif demi motif khas daerah. Tak sekadar belajar teknik membatik, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya lokal yang mulai tergerus modernisasi.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan begitu terasa. Canda dan tawa mewarnai setiap proses, mulai dari menggambar pola hingga mewarnai kain. Bagi sebagian peserta, ini adalah pengalaman pertama mereka mengenal lebih dekat proses lahirnya selembar batik yang sarat makna dan filosofi.
Ketua DWP Diskominfo Kabupaten Indramayu, Carwati Basuri Suwenda, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan bagian dari upaya membangun kebersamaan sekaligus mendukung pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif lokal.
“Kegiatan ini merupakan forum silaturahmi. Saya berharap jalinan kebersamaan di antara keluarga besar DWP Diskominfo tetap terjaga dan semakin erat. Selain itu, melalui kegiatan ini kita juga ikut mengenalkan serta mendukung produk dan potensi daerah,” ujar Carwati.
Menariknya, Gallery Batik Senang Hati yang menjadi lokasi kegiatan merupakan usaha yang dikelola oleh Ketua DWP Diskominfo sendiri. Hal ini sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pemberdayaan pelaku usaha lokal, khususnya di sektor ekonomi kreatif.
Menurut Carwati, kegiatan seperti ini juga diharapkan mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya mempromosikan batik khas Indramayu, tetapi juga memperkenalkan beragam potensi daerah lainnya, mulai dari wisata pantai, hutan mangrove, hingga kekayaan kuliner lokal.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Batik adalah identitas budaya yang harus dijaga, sementara promosi potensi daerah dapat menjadi jalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Erni Heriningsih, mengajak seluruh anggota DWP untuk menjadikan pengalaman membatik sebagai bekal yang berharga, terutama dalam melihat peluang usaha di masa depan.
Menurutnya, keterampilan membatik tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan apabila ditekuni dan dikembangkan secara serius.
“Pengalaman ini sangat berharga, khususnya bagi para pegawai muda dan keluarga besar Diskominfo. Membatik bisa menjadi inspirasi untuk mengembangkan kreativitas bahkan membuka peluang wirausaha di masa depan,” kata Erni.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh dari kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat, tetapi terus dipraktikkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas. Dengan begitu, batik khas Indramayu akan tetap hidup dan menjadi kebanggaan generasi muda.
Di tengah derasnya arus modernisasi, langkah sederhana seperti belajar membatik ternyata menyimpan makna besar. Tidak hanya menjaga tradisi agar tetap lestari, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya sendiri serta membuka peluang ekonomi berbasis kearifan lokal.
Melalui kegiatan ini, DWP Diskominfo Kabupaten Indramayu membuktikan bahwa menjaga budaya dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. Dari selembar kain dan tetesan malam, lahir semangat kebersamaan, kreativitas, dan harapan agar warisan leluhur tetap hidup di hati generasi penerus.
Penulis: Achmad Suharya
Editor: Redaksi
Sumber: Diskominfo Indramayu – Diolah Redaksi










Komentar