Asah Pelatih, Hapkido Jatim Bidik Dominasi Nomor Seni Nasional

Min.co.id | Surabaya – Di balik setiap atlet juara, selalu ada pelatih yang bekerja dalam senyap. Keyakinan itulah yang kini dipegang teguh Pengurus Hapkido Indonesia Provinsi Jawa Timur saat berupaya memperkuat prestasi di nomor seni. Bukan langsung memburu medali, Hapkido Jatim memilih memulai dari fondasi paling penting: meningkatkan kualitas para pelatih.

Langkah tersebut diwujudkan melalui Seminar Mugihyung yang diikuti 20 pelatih Hapkido di Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang untuk memperbaiki performa Jawa Timur di nomor seni, khususnya Mugihyung, yakni seni jurus menggunakan berbagai jenis senjata.

Ketua Hapkido Indonesia Jawa Timur, Ivan Risvianto, mengakui bahwa nomor seni bersenjata masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

“Kita lemah di nomor ini. Saya ingin Jawa Timur bisa setara, bahkan lebih baik dari provinsi lain,” ujar Ivan saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, selama ini Jawa Timur dikenal sebagai salah satu kekuatan besar Hapkido nasional, terutama pada nomor tarung. Namun dominasi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan prestasi pada nomor seni yang juga memiliki kontribusi penting terhadap perolehan medali di berbagai kejuaraan.

Melalui seminar tersebut, para pelatih mendapatkan pembekalan langsung dari Grandmaster Hapkido Indonesia, Vincentius Yoyok Suryadi. Materi yang diberikan mencakup teknik dasar, penguasaan gerakan, hingga metode pelatihan modern untuk nomor Mugihyung.

Dalam nomor ini, atlet dituntut menguasai berbagai senjata tradisional seperti tongkat ganda, pedang, dan tongkat panjang yang membutuhkan ketepatan gerak, keseimbangan, kecepatan, serta harmonisasi teknik yang tinggi.

Bagi Ivan, keberhasilan membangun prestasi tidak cukup hanya mengandalkan bakat atlet. Pemahaman pelatih terhadap teknik dan filosofi seni bela diri juga menjadi faktor penentu.

“Ini bukan hanya soal teknik, tetapi juga pemahaman menyeluruh. Karena itu, kami memberikan perhatian khusus pada nomor seni, baik tangan kosong maupun senjata,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelatih merupakan investasi jangka panjang yang akan berdampak langsung terhadap kualitas atlet yang dilahirkan di masa mendatang.

Semangat pembinaan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil. Menurutnya, langkah Hapkido Jatim menunjukkan keseriusan dalam membangun olahraga prestasi secara berkelanjutan.

Nabil menegaskan bahwa pelatih memiliki peran strategis dalam membentuk atlet, bukan hanya dari sisi kemampuan teknik bertanding, tetapi juga karakter dan mental juara.

“Pelatih harus mampu mentransformasikan keterampilan, sekaligus membangun mental, moral, dan sikap atlet,” kata Nabil.

Ia juga menyoroti pentingnya profesionalisme dalam dunia kepelatihan olahraga modern.

“Pelatih harus profesional. Bagaimana melahirkan atlet profesional jika pelatihnya sendiri belum maksimal,” tegasnya.

Bagi Hapkido Jawa Timur, seminar ini bukan sekadar agenda peningkatan kompetensi, melainkan bagian dari mimpi yang lebih besar. Mimpi untuk menjadikan atlet-atlet Jawa Timur tidak hanya kuat dalam pertarungan, tetapi juga mampu tampil memukau di nomor seni dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Di ruang pelatihan yang dipenuhi semangat belajar itu, Hapkido Jatim sedang menyiapkan generasi baru. Sebab mereka percaya, sebelum melahirkan juara di arena pertandingan, terlebih dahulu harus lahir para pelatih hebat yang mampu membimbingnya menuju puncak prestasi.

Penulis: Achmad Suharya
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Diskominfo Jatim – Diolah Redaksi

Komentar

News Feed