Min.co.id | Indramayu – Hamparan jagung yang menguning di kawasan PT Uniteda Arkato, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Sabtu (16/5/2026), menjadi saksi tumbuhnya harapan baru bagi para petani di Jawa Barat.
Di tengah semangat Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026, Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan menegaskan pentingnya membangun ekosistem pertanian yang sehat, adil, dan berpihak kepada petani.
Bagi banyak petani, hasil panen bukan hanya soal angka produksi, tetapi juga tentang perjuangan panjang menjaga penghidupan keluarga di tengah berbagai tantangan, mulai dari biaya tanam hingga persoalan distribusi hasil pertanian.
Menurut Rudi Setiawan, salah satu persoalan utama yang masih dihadapi petani saat ini adalah rantai distribusi yang terlalu panjang sehingga keuntungan di tingkat petani belum maksimal.
“Salah satu tantangan yang akan kita hadapi adalah rantai distribusi yang masih terlalu panjang. Ke depan kita harus mendorong dan memutus rantai tengkulak,” kata Rudi Setiawan.
Ia menjelaskan, Polda Jawa Barat kini tidak hanya fokus pada proses penanaman, tetapi juga membangun sistem pendampingan menyeluruh mulai dari pembiayaan, pengelolaan, hingga penyerapan hasil panen.
“Dengan ekosistem tertutup yang lebih adil dan terintegrasi, petani tidak hanya dibantu saat tanam, tetapi juga didampingi sampai hasil panen terserap,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Polda Jabar bersama Bank Rakyat Indonesia dan Primkopol Polri menyerahkan bantuan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani binaan.
Dari total 1.186 petani yang diajukan menerima pembiayaan, sebanyak 528 petani telah memperoleh akses KUR dengan nilai mencapai Rp23,7 juta.
Tak hanya itu, sekitar 100 petani juga menerima bantuan sarana produksi pertanian berupa alat mesin pertanian, pupuk, dan berbagai kebutuhan lainnya dari Primkopol Polri.
Menurut Kapolda Jabar, akses pembiayaan dan pendampingan yang konsisten menjadi langkah penting dalam menciptakan pertanian modern yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Akses pembiayaan yang baik dan pendampingan yang konsisten akan melahirkan ekosistem pertanian modern yang memberikan kesejahteraan kepada petani,” tuturnya.
Program ketahanan pangan yang dijalankan Polda Jabar saat ini telah mencakup pengelolaan lahan jagung seluas 12.000 hektare bekerja sama dengan Perhutani dan berbagai pihak lainnya.
Dari sekitar 1.400 hektare lahan yang dikelola kelompok tani binaan, produksi jagung tercatat mencapai 5.560 ton yang telah terserap dan disalurkan kembali ke masyarakat. Sementara sekitar 7.000 ton lainnya masih dalam tahap penyimpanan.
Kapolda Jabar juga mengungkapkan gudang Perum Bulog di wilayah Subang dan Indramayu kini telah terisi penuh. Untuk mendukung distribusi hasil panen, Polda Jabar bahkan mendirikan dua gudang tambahan.
Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, Bulog, Perhutani, BRI, serta puluhan kelompok tani yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Di balik hamparan jagung yang dipanen hari itu, tersimpan harapan para petani agar hasil kerja keras mereka tidak lagi terjebak dalam rantai distribusi yang panjang, melainkan benar-benar mampu membawa kesejahteraan bagi keluarga dan masa depan pertanian Indonesia.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Bidang Humas Polda Jawa Barat – Diolah Redaksi










Komentar