Min.co.id | Bandung – Penemuan kerangka manusia yang hanyut di aliran Sungai Citarum, tepatnya di kawasan jembatan Citarum, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, mulai menemukan titik terang. Korban yang ditemukan pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB diduga merupakan seorang pria yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diketahui bernama Indra Haerudin (32), warga Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin (5/4/2026).
Identifikasi awal dilakukan berdasarkan kesesuaian ciri-ciri pakaian, aksesoris yang dikenakan, serta kondisi fisik yang masih dapat dikenali oleh pihak keluarga.
Kapolresta Bandung, Aldi Subartono, menjelaskan bahwa saat ditemukan, kondisi korban sudah meninggal dunia dengan tingkat pembusukan lanjut.
“Korban diduga telah meninggal dunia lebih dari dua minggu. Dari hasil pemeriksaan awal Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, kondisi jenazah yang sudah membusuk membuat proses identifikasi lebih lanjut menjadi terbatas,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Pihak keluarga korban telah menerima kondisi tersebut dan meyakini bahwa kerangka yang ditemukan merupakan anggota keluarga mereka. Keyakinan tersebut diperkuat dengan kecocokan ciri-ciri serta barang-barang yang ditemukan bersama korban, seperti gelang dan pakaian.
Kepolisian juga menyampaikan bahwa keluarga telah membuat pernyataan resmi serta menolak dilakukan autopsi, dengan alasan menerima peristiwa tersebut secara ikhlas.
Dalam proses evakuasi, sejumlah unsur terlibat, antara lain tim Inafis Polresta Bandung, BPBD, Basarnas, Damkar, PMI, serta petugas gabungan lainnya. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Welas Asih untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak kepolisian memastikan akan terus melakukan pendalaman guna memastikan tidak adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut, dengan tetap mengedepankan prosedur yang berlaku.
Dengan terungkapnya identitas korban, diharapkan dapat memberikan kepastian bagi keluarga yang sebelumnya menunggu kabar.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: D rilis resmi Bid Humas Polda Jawa Barat,diolah redaksi







Komentar