Jalan Antar Desa Akhirnya Ditinjau, Betonisasi Sudikampiran–Gadingan Disiapkan Rp3,5 Miliar

Min.co.id | Setelah lama menjadi keluhan masyarakat, kondisi jalan penghubung Desa Sudikampiran dan Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Indramayu. Peninjauan lapangan dilakukan langsung Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu, Maulana Malik, bersama Camat Sliyeg Opik Hidayat dan jajaran terkait, Senin (30/3/2026).

Peninjauan tersebut disertai pengukuran teknis sebagai tahap awal memastikan kesiapan rencana betonisasi jalan..

Kondisi infrastruktur jalan desa kerap menjadi indikator paling nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Bagi warga, kualitas jalan bukan sekadar urusan pembangunan fisik, melainkan berkaitan langsung dengan biaya transportasi, distribusi hasil pertanian, hingga akses layanan dasar.

Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Maulana Malik, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan perhitungan kebutuhan anggaran proyek tersebut.

“Dari hasil perhitungan kami, anggaran betonisasi jalan penghubung ini sebesar Rp3,5 miliar untuk panjang 1,4 kilometer dengan lebar 5 meter. Pelaksanaan direncanakan dimulai awal Mei 2026 setelah melalui proses lelang,” ujarnya.

Menurutnya, ruas jalan Sudikampiran–Gadingan masuk dalam prioritas pembangunan karena memiliki fungsi strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah Kecamatan Sliyeg sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat.

Meski demikian, realisasi proyek masih bergantung pada kelancaran tahapan administrasi dan proses pengadaan barang dan jasa sesuai regulasi yang berlaku. Tahapan lelang menjadi faktor penentu apakah rencana pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal yang ditargetkan pemerintah daerah.

Camat Sliyeg, Opik Hidayat, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Dinas PUPR terhadap aspirasi masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan tersebut.

“Kami berharap proses lelang berjalan lancar sehingga pelaksanaan betonisasi dapat dimulai sesuai rencana pada awal Mei 2026,” katanya.

Di lokasi peninjauan, sejumlah warga turut menyaksikan kegiatan tersebut dan menyambut positif rencana pembangunan jalan. Selama ini, kondisi jalan dinilai menyulitkan mobilitas, terutama saat musim hujan ketika akses menjadi licin dan memperlambat aktivitas ekonomi warga.

Bagi masyarakat setempat, perbaikan jalan bukan sekadar proyek tahunan pemerintah, melainkan harapan terhadap perubahan nyata—akses transportasi yang lebih aman, waktu tempuh yang lebih singkat, serta peluang ekonomi yang lebih terbuka.

Namun demikian, publik juga menaruh harapan agar rencana pembangunan tidak berhenti pada tahap perencanaan. Proyek infrastruktur desa kerap menjadi sorotan karena menyangkut ketepatan waktu pelaksanaan dan kualitas pekerjaan yang langsung dirasakan masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai nilai pagu anggaran dalam dokumen pengadaan yang akan diumumkan melalui sistem lelang pemerintah.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Rilis Diskominfo Kabupaten Indramayu (kegiatan Dinas PUPR), diolah redaksi

Komentar

News Feed