JAKARTA | Momentum mudik Lebaran 2026 tidak hanya diwarnai meningkatnya mobilitas masyarakat, tetapi juga lonjakan pengiriman hewan peliharaan. PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat tren signifikan dalam layanan pengiriman hewan melalui KALOG Express seiring semakin banyak masyarakat yang ingin membawa atau mengirim hewan kesayangan ke kampung halaman selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
Manager Marketing & Sales Courier KAI Logistik, Ayi Suryandi, mengungkapkan bahwa hingga memasuki minggu ketiga Ramadan, perusahaan telah mengirimkan sebanyak 10.874 hewan peliharaan. Angka tersebut setara dengan rata-rata 518 hewan per hari atau meningkat sekitar 6 persen dibandingkan rata-rata harian normal yang berada di kisaran 487 hewan per hari.
“Memasuki minggu kedua dan ketiga Ramadan, tren pengiriman terus meningkat. Bahkan pada minggu ketiga, rata-rata pengiriman mencapai sekitar 523 hewan per hari atau naik sekitar 7 persen dibanding hari biasa,” ujar Ayi.
Peningkatan ini menunjukkan masyarakat mulai mempersiapkan perjalanan mudik lebih awal, sekaligus memastikan hewan peliharaan tetap dapat berkumpul bersama keluarga atau tiba terlebih dahulu di kota tujuan.
Sejumlah kota tercatat menjadi tujuan favorit pengiriman hewan peliharaan, di antaranya Yogyakarta, Bandung, Purwokerto, dan Jakarta. Sementara titik keberangkatan terbanyak berasal dari wilayah Jawa Timur seperti Tulungagung, Blitar, dan Jombang.
Jika dibandingkan dengan periode angkutan Lebaran tahun lalu, tren tahun ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Pada Lebaran 2025, KAI Logistik mengangkut 5.492 hewan peliharaan dengan rata-rata sekitar 250 hewan per hari. Sementara pada Ramadan tahun ini saja, rata-rata pengiriman telah menembus lebih dari 500 hewan per hari atau meningkat lebih dari dua kali lipat.
Ayi menegaskan bahwa meningkatnya kepercayaan masyarakat menjadi motivasi perusahaan untuk menjaga kualitas layanan. KAI Logistik menerapkan standar penanganan khusus berbasis prinsip animal welfare guna memastikan keamanan dan kenyamanan hewan selama perjalanan.
Prosedur tersebut meliputi pemeriksaan kondisi fisik awal, verifikasi kandang sesuai standar, penempatan di area dengan sirkulasi udara baik, hingga pelabelan khusus “Live Animal” agar proses penanganan dilakukan secara lebih hati-hati oleh petugas.
Pemilik hewan juga diimbau mempersiapkan hewan sebelum pengiriman, seperti memberi makan sekitar dua hingga empat jam sebelum keberangkatan serta menyediakan wadah makan dan minum anti-tumpah di dalam kandang. Selama perjalanan, petugas memastikan kandang tidak tertumpuk barang lain dan sirkulasi udara tetap terjaga.
Adapun jenis hewan yang dapat dikirimkan meliputi kucing, anjing, kelinci, burung, hamster, hingga ikan hias. Estimasi waktu pengiriman rata-rata sekitar satu hari mengikuti jadwal perjalanan kereta api, dengan biaya berkisar Rp100.000 hingga Rp250.000 tergantung ukuran hewan dan kandang.
Untuk mendukung kebutuhan logistik selama masa angkutan Lebaran, KAI Logistik menyiapkan kapasitas angkutan pulang pergi hingga 400 ton. Perusahaan optimistis kapasitas tersebut masih mampu mengakomodasi lonjakan permintaan pengiriman.
KAI Logistik juga mengumumkan bahwa layanan pengiriman ke sejumlah tujuan akan libur sementara mulai 18 Maret dan kembali beroperasi normal pada 25 Maret 2026.
Melalui keunggulan moda transportasi kereta api yang memiliki jadwal pasti dan relatif minim hambatan lalu lintas, KAI Logistik berkomitmen menghadirkan layanan pengiriman yang aman, nyaman, dan terpercaya, termasuk bagi hewan peliharaan yang menjadi bagian penting dari keluarga masyarakat Indonesia selama musim mudik Lebaran.
Sumber: Humas KAI Logistik
Editor: Redaksi









Komentar