Remaja Indramayu Diajak Menata Masa Depan, Pemkab Gencarkan Edukasi Cegah Pernikahan Dini

INDRAMAYU | Masa depan generasi muda menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Indramayu. Melalui berbagai program edukasi, pemerintah daerah terus mengingatkan para pelajar agar fokus menempuh pendidikan dan tidak terburu-buru memasuki pernikahan di usia anak.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Indramayu Syaefudin saat membuka kegiatan Sosialisasi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) tentang pencegahan pernikahan usia anak di MAN 1 Indramayu, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pernikahan usia anak yang masih menjadi tantangan bersama. Program tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang menjamin hak anak untuk memperoleh pendidikan dan tumbuh kembang secara optimal.

Dalam sambutannya, Syaefudin menegaskan bahwa pencegahan pernikahan usia anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan peran aktif sekolah, keluarga, serta seluruh elemen masyarakat.

Berdasarkan data Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu, permohonan dispensasi perkawinan anak masih tergolong cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk terus meningkatkan edukasi kepada remaja sejak dini.

“Pencegahan pernikahan usia anak menjadi tanggung jawab kita bersama. Melalui sosialisasi ini kami berharap anak-anak di Indramayu dapat fokus belajar dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Syaefudin.

Menurutnya, kesiapan pendidikan, mental, dan ekonomi menjadi faktor penting sebelum seseorang membangun keluarga. Karena itu, edukasi berkelanjutan dinilai sebagai langkah strategis dalam menciptakan generasi muda yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Indramayu REANG (Religius, Berekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong) yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Indramayu Wahyudin mengapresiasi terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Ia berharap edukasi yang diberikan mampu meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya pendidikan dalam meraih cita-cita.

“Belajar adalah prioritas utama bagi anak-anak untuk meraih masa depan mereka,” katanya.

Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan semakin memahami risiko pernikahan usia anak serta pentingnya mempersiapkan masa depan secara matang sebelum memasuki kehidupan berkeluarga. Pemerintah Kabupaten Indramayu pun berharap edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan mampu menekan angka pernikahan dini sekaligus melahirkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan zaman.(*)

Sumber: Diskominfo Indramayu

Editor: Redaksi

Komentar

News Feed