Min.co.id ~ Indramayu ~ Di balik sunyi deretan nisan sebuah pemakaman di sudut Kecamatan Juntinyuat, pernah berdiri sebuah rumah petak reyot—tempat Sopiah (22) berteduh sepulang bekerja sebagai kuli bangunan. Tanpa listrik memadai dan lantai berdebu, ia tinggal di sana bersama mimpi‐mimpinya yang tetap hidup meski dihimpit keterbatasan.
Kamis siang (//2025), lembaran baru terbuka. Bupati Indramayu Lucky Hakim menjemput Sopiah, menyerahkan kunci rumah kontrakan layak huni lengkap dengan perabot dasar, lalu mengantarnya menandatangani kontrak kerja sebagai petugas kebersihan di PT BWI, perusahaan manufaktur di kawasan industri Losarang.
“Semangat Sopiah tidak boleh padam hanya karena keadaan,” ujar Lucky Hakim. “Pemerintah hadir untuk memastikan setiap warga punya atap aman, pekerjaan jelas, dan kesempatan menata masa depan.”
Meski demikian, ia tetap menyisihkan upahnya untuk membantu orang tua di kampung dan menabung—harapan sederhana agar suatu hari ia bisa keluar dari lingkaran kemiskinan.
Program “Peduli Sesama, Peduli Rumah” yang digagas Pemkab Indramayu menargetkan warga berpenghasilan ultra‐rendah dan tinggal di hunian tak layak. Melalui pendataan RT/RW serta tim Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), kisah Sopiah terdeteksi.
Rumah baru Sopiah berada di Desa Tegalurung jarak tempuh ±15 menit ke pabrik. Dinding berpagar pastel, lantai keramik bersih, ventilasi cukup, dan sambungan listrik legal. “Rasanya masih mimpi,” ucap Sopiah lirih sambil memeluk kunci.
Di dapur, ia menemukan kompor gas dua tungku hasil gotong‐royong Karang Taruna setempat. “Mbak Sopiah nanti ngajari kita bikin nasi goreng khas tukang,” canda Ketua Karang Taruna, memecah haru jadi tawa.
“Kisah ini harus jadi pengingat,” tegas Lucky Hakim. “Masih banyak ‘Sopiah’ lain yang perlu ditemukan. Kami ajak masyarakat melapor jika ada tetangga tinggal di hunian tak layak atau bekerja tanpa perlindungan.”
Pemkab menargetkan 1.000 unit intervensi hunian dan penempatan kerja hingga akhir 2026, selaras dengan program nasional pengentasan kemiskinan ekstrem.(*)
Editor : Redaksi Min.co.id










Komentar