Min.co.id ~ Jakarta ~ Suasana Hari Bumi 2025 terasa lebih bermakna bagi KAI Logistik. Tak sekadar seremoni, perusahaan ini bergerak nyata: menguatkan moda kereta api untuk angkutan barang, mendorong digitalisasi, dan menanam pohon untuk mempercepat lahirnya ekosistem logistik yang lebih hijau.
“Truk masih mendominasi jalanan kita, tapi jejak karbonnya besar. Kereta api adalah masa depan logistik berkelanjutan,” ujar Dwi Wulandari, VP Corporate Secretary KAI Logistik, saat berbicara dalam peringatan Hari Bumi, 24 April 2025.
Keyakinan ini tak datang tanpa dasar. Dengan mengalihkan pengangkutan barang dari jalan raya ke jalur rel, emisi karbon bisa ditekan drastis. Di saat yang sama, transportasi berbasis rel juga menawarkan efisiensi biaya untuk pengiriman volume besar dan jarak jauh sebuah win-win solution bagi bumi dan bisnis.
Tak berhenti pada ide, KAI Logistik terus menambah armada. Kini, KA Kontainer “KALOG 3” berkapasitas 60 TEUs atau 1.080 ton beroperasi dua kali sehari, melayani jalur strategis termasuk Karawang, Semarang, dan Surabaya. Kapasitas rute Klari–Semarang–Surabaya pun ditingkatkan dari 20 menjadi 30 gerbong datar.
Di era serba cepat, KAI Logistik juga tak lupa sentuhan digital. Melalui aplikasi KAI Logistik TRAX, pelanggan bisa memesan, melacak, dan memonitor pengiriman secara real-time sebuah kemudahan baru yang membuat layanan KALOG Express semakin adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Namun, komitmen hijau mereka tak hanya di rel dan aplikasi. Awal 2025, KAI Logistik menanam 1.200 pohon sebagai bagian dari langkah nyata menjaga bumi. Semua upaya ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada climate action dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Hasilnya mulai terasa. Tahun 2024, volume pengiriman barang berbasis peti kemas naik 13 persen, mencapai 2,3 juta ton. Di kuartal pertama 2025 saja, sudah 530 ribu ton barang diangkut lewat rel. Sebuah sinyal kuat bahwa industri mulai percaya, green logistics bukan sekadar tren, melainkan masa depan.
Lebih dari itu, transformasi ini juga berdampak luas: udara lebih bersih, jalanan lebih lega, risiko kecelakaan menurun, serta memperpanjang usia infrastruktur jalan. Bahkan, konektivitas nasional makin inklusif, membuka peluang ekonomi baru bagi daerah-daerah yang dulu sulit dijangkau.
“Kami percaya, keberlanjutan bukan pilihan. Ini adalah keharusan untuk Indonesia yang lebih hijau, lebih adil, dan lebih tangguh,” tegas Dwi, menutup pernyataannya dengan optimisme.
Tentang KAI Logistik
PT Kereta Api Logistik adalah anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang layanan distribusi logistik berbasis kereta api, dengan pendekatan door to door service. Membawa semangat “KAI Logistik Ispossible”, perusahaan ini melayani melalui tiga segmentasi: KALOG Express, KALOG Plus, dan KALOG Pro. Untuk info lebih lanjut, kunjungi www.kalogistics.co.id. (*)










Komentar