Wartawan Abal-Abal Mengancam Integritas Pers: FGD HPN 2025 Serukan Wajib Uji Kompetensi

Min.co.id ~ Pekanbaru ~  Fenomena wartawan tanpa kompetensi yang memadai mengundang kekhawatiran serius di dunia pendidikan dan pers Indonesia. Hal ini terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) “Wartawan Berintegritas Sahabat Semua”, yang digelar menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Sabtu (8/2/2025).

Dalam acara yang dihadiri lebih dari 300 kepala sekolah se-Provinsi Riau ini, sejumlah narasumber penting, termasuk Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat Aat Sufaat, Ketua Forum Pemred SMSI Dar Edi Yoga, dan Rektor Universitas Lancang Kuning Junaedi, memberikan sorotan tajam terhadap fenomena wartawan tanpa kompetensi.

Aat Sufaat menegaskan pentingnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai standar profesi yang harus dipatuhi.

“Di Indonesia, siapa saja bisa mengaku wartawan tanpa pengujian kompetensi yang jelas. Hal ini membuka peluang bagi praktik tak etis, bahkan pemerasan,” ujarnya.

Dar Edi Yoga juga menekankan bahwa dari 47 ribu media di Indonesia, hanya sekitar 3 ribu yang terverifikasi Dewan Pers.

“Wartawan abal-abal hanya akan merusak citra media dan menurunkan kepercayaan publik,” tegasnya.

Diskusi ini menyuarakan urgensi penguatan regulasi dan pengawasan terhadap wartawan untuk melindungi integritas media dan memastikan berita yang disampaikan kepada publik berlandaskan profesionalisme yang tinggi.(*)

Editor : Achmad

Komentar

News Feed